Warung Rocco90’s


SIAL (pt.3)
Juni 26, 2008, 12:41 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi

Hmm, akhir2 ini kita liat masalah BBM kita, yang buntutnya pnajang naujubille.

ck ck ck

Hipotesis saya mengatakan bahwa semua WARGA dari 6 golongan tadi , IS BULLSHIT…

Hahahha, i’m serious douugh!

Ok let see,

Gag ada hubungannya sama postingan sebelumnya.

APINYA ADALAH :

——

DEMO BBM, POLISI MEMUKUL MAHASISWA, MAHASISWA MEMBAKAR MOBIL DAN FASILITAS UMUM, WARGA BERLINDUNG

——

Demo BBm akhir2 ini semakin liar dan ricuh,.,, semua orang saling salah dan mencari pembelaan dan pembenaran masing2…

Akan kita liat, siapa yang salah disini, dan siapa yang benar… kita liat juga siapa yang SIAL.

Statement 1 :

Polisi memukul mahasiswa~

Polisi apapun alasannya tidak boleh melakukan tindakan brutal seperti itu. melakukan pengeroyokan, pemukulan mahasiswa yang sudah tidak berdaya beramai-ramai. melakukan pengejaran, dan pemukulan membabi buta.

Dalam membubarkan demonstrasi, standart prosedur adalah, membubarkan dengan satu. Polisi bergerak beramai2 membuat pagar betis mendekati kerumunan. dan melakukan pembubaran dengan menjaga jarak.

Bukan dengan mengjaaaaaaaaaaaaaaaaar! dan menghajar! Pada saat ini POLISI SALAH!

Mahasiswa Membakar MOBIL PLAT MERAH, MEMBLOKIR JALAN UTAMA.

Apakah boleh?? jawabannya tentu tidak, sekarang kita lihat. mahasiswa merobohkan pagar, membakar ban bekas. bahkan sekalipun aksi damai, kemacetan yang ditimbulkan berkilo2meter panjangnya… trus2, merusak mobil… membakar mobil polisi, melempari polisi dengan batu. melakukan sweepin terhadap warga, apakah itu benar? saat ini, MAHASISWA SALAH!

Warga menyelamatkan diri!

Heellllo! kalian itu para pengecut! yang hanya mementingkan diri sendiri… tidak mau peduli pada kesusahan negara… tak heran bangsa ini semakin bergerak kearah ekonomi kapitalis. Lah, semua orangnya mendahulukan kepentingan pribadi! satu statement menarik, APA GUNA BENZ SEHARGA $ 90.000 KALAU BENSIN LUAR BIASA MAHAL, DAN SEMUA JALANAN RUSAK?

end of part two



Iyo nian apo oy??
Mei 8, 2008, 10:05 pm
Diarsipkan di bawah: FiKsi, cerita, noles

yuuuk marie!

=====================================(mode ON)

… tak pernah kusangka hujan akan datang secepat ini. Tanpa mendung, tanpa tanda hujan datang menyerbu tak henti-hentinya. Betapa banyak tugas dan ujian yang belum aku tunaikan. Setelah beberapa hari sempat kutinggalkan akhirnya kenyataan datang juga. Sudah cukup aku berlari.

“Hey! kau tugas biadab! eek kau!”, tukas Dargo si penjual minuman pada Sukemi, gadis yang tak sengaja ia temui dipasar pagi.

“Hei Dargo! minum lagi kau rupanya… dasar lelaki tidak berguna”

“ah, sudah lah Mi! jangan banyak kau makan genjer yang buat kau seperti gerwani! nanti tahi kau lengket dan panjang pula!!”

“hei Dargo! Wajarlah Mang Janggut usir kau dari rumah. Belum berubah tabiat burukmu itu”

“aaah, sukemi, sukemi. Masih saja kau itu dungu rupanya… ini gaya hidup Mi! bukan lagi pekerjaan sampah seperti yang kau bayangkan!”

“heh, Dargo! Keringkan dulu mulutmu itu dari alkohol… baru kita bicara lagi…”

“hei jalang! aku ini sadar 100 persen! tak perlu aku kau ceramahi macam itu! macam pintar saja kau ini lama-lama”

“hei Dargo. Cobalah kau beli cermin besar… lihat wajahmu… lebih buruk dari katak!”

“hah…! kau aku dirimu pintar? tidak lebih dari pintar menghina!”

“hahahaha! Dargo, Dargo. Umurmu memang lebih banyak dari punyaku… tapi otakmu? tidak lebih besar dari kelentitku”

“hahaha… Sukemi, Sukemi… bicara tidak perlu otak Suk! yang penting nyali dan hati kau!”

“Dargo, zaman sekarang… walaupun kau punya nyali… tapi tak kau gerakkan gumpalan dikepalamu itu… tak lebih bernilailah kau daripada burung berbangkai?!”

“coba… kalau kau memang pintar..? harusnya kau bisa buat aku diam!”

“haha. Membuat kau diam? Tidak perlulah aku pintar untuk buat kau diam”

Sukemi keluar dari warung dan mengambil sebuah cermin besar dari kamar Datuk Ari.

JEBRAK!

“nah, Dargo. Tataplah sendiri wajahmu…”

Dargo menatap cermin itu dan terdiam…Ia tidak melihat barang satu wujudpun dicermin. Yang ia lihat hanya ruangan warung yang kosong.

“hehehe. Iya ya… kau pintar Sukemi. Mari kita jalan lagi”

“Kan? kemana kita sekarang Dargo?”

“umm, aku mau lihat lagi tempat aku dikuburkan”

Sukemi pun mengantar Dargo menuju kalang timur, ditepi sungai Antasari. Disitulah tempat Dargo dimakamkan, bersebelahan dengan pohon randu tempat ia dulu suka tidur2an bersama Sukemi.

Yah, itulah Dargo. Walaupun sudah mati, ia tetap saja merepotkan kekasihnya itu, dengan sikapnya yang sok tahu dan congkak.

Untunglah Sukemi telah paham watak Dargo sang terkasih. Dargo sering lupa bahwa ia telah MATI.



Diproteksi: Termenung
Mei 6, 2008, 7:52 am
Diarsipkan di bawah: FiKsi, cerita, noles

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar


Para Penyihir Kerajaan (Kisah Kak Dewi)
April 11, 2008, 6:54 am
Diarsipkan di bawah: FiKsi, cerita, noles, nyindir

Baru-baru ini Kak Dewi membeli buku baru dari tukang loakan dipinggir jalan. Kak Dewi senang sekali membaca, masalahnya buku Kak Dewi biasanya suka bikin masalah. Jujur saya sebagai pemilik warung agak takut kalo Kak Dewi keseringan mendongeng di Warung saya… Tapi, yah apa daya pengunjung warung kayaknya seneng ama dongeng Kak Dewi…. Biarin deh, anggap aja ini warung remang-remang… hahahaha

======================================================

Pak, pak, aku baru beli buku lo… Judulnya penyihir kerajaan.

>Buku opo itu Kak?

Ini penerbitnya sama, dengan buku “aneh” yang saya beli kemaren…

>Buku Jamrud-jamrud itu? Ah, kak nanti isinya aneh-aneh lagi… Mo ah…

Ah, enggak sini-sini tak bacain… Aku baca dari tengah aja ya….

Nah ini nih, bab sejarah gag usah…

BAB KEHEBATAN DAN KEUNGGULAN PENYIHIR

Penyihir yang selama ini identik dengan kelicikan, penipuan, dan tukang BUAL. Ternyata memiliki segudang kehebatan yang banyak orang belum tahu, diantaranya :

1. PENYIHIR MEMILIKI BOLA AJAIB

Sebuah bola yang bisa digunakan untuk melihat dan mendengar kata-kata “tabu”. Ketika seseorang menyebut nama mereka bola itu bersinar… dan mereka akan langsung bereaksi.

Bola ajaib ini juga bisa menjaga hartakarun mereka. Ketika ada yang menyebut “harta karun penyihir” tling! mereka bereaksi. Bahkas para patih pernah “diserang” ratusan penyihir lantara mau mengusik harta penyihir. Para patih ingin menurunkan upeti pada penyihir. Alhasil??? Para penyihir mengamuk dan menyerang patih dengan ilmu hitam.
2. Para Penyihir Mempunyai Kotak Nasi Ajaib

Para penyihir pernah melihat seorang sodagar kaya dari kerajaan tetangga yang memiliki “kotak nasi” ajaib… kotak itu memiliki tutup yang bisa bersinar, memutar gambar, memutar lagu dan sebagainya… tapi penyihir tidak mengerti mereka begitu bodoh, dan menggunakan kotak ajaib itu untuk mein kartu. Kotak ajaib itu memiliki perangkat pemutar piring disampingnya… tapi, penyihir bodoh mengira itu “tatakan gelas” ahahaha

Penyihir memaksa bendahara kerajaan untuk mengeluarkan ribuan karung emas, untuk membeli kotak makan ajaib itu. Yah, apa daya… Sang Raja saja takut… apalagi bendahara?

3. Para Penyihir Punya Telinga Ajaib

Telinga ajaib yang bisa mendengar semua keluhan-keluhan rakyat. Tapi, sayang telinga itu hilang dan sejarah belum pernah mencatat telinga itu digunakan. Hanya beberapa penyihir yang memiliki telinga tiruannya. Tapi yah, namanya tiruan tentu tidak maksimal. Alhasil, penyihir hanya bisa mendengar suara “kresek-kresek”.

4. Para Penyihir Punya Lidah Api dan Mata Ajaib

Dengan ramuan lidah api, penyihir mampu membual 24 jam sehari, 7 kali seminggu… Mereka memiliki kekuatan untuk mengucap mantra (baca:membual!) dengan sangat cepat dan panjang.

Mereka suka “ziarah” kekerajaan lain. Ketika ditanya ziarah apa? dengan kekuatan LIDAH BUAL mereka, bendaharawan lagi-lagi bertekuk lutut dan memberikan harta kerajaan. Dengan puluhan kereta kuda beserta dayang-dayang untuk mengantar penyihir kekerajaan lain. Tapi, dikerajaan lain apa yang mereka lakukan?

Jangankan ziarah, melihat kuburnya pun tidak… Karena, MATA para penyihir sebenarnya BUTA. Makanya mereka harus dibantu mata ajaib.

Mata ajaib ini, bisa membuat mereka melihat:

Melihat dayang2 cantik

Melihat barang2 mahal dipasar

Melihat UANG

dan yang terakhir

Melihat orang yang berani menghina mereka

Selain itu?? Yah, mata itu BUTA.

5. Memiliki Ajian PELET

Beberapa ratus tahun yang lalu, ada seorang penyihir yang tertangkap pamong lantaran berbuat mesum dengan seorang biduan desa. Para pamong, mendapatinya ketika ada seorang sinting yang menyebarkan cerita itu. Alhasil, wajah biduan dan wajah penyihir pun disandingkan. Dan dipajang disebuah gubuk reot milik pelukis murahan. Yah, karya seni mesum buatan seorang sinting? Siapa yang mau peduli…

ow,ow,ow

Ternyata orang sangat peduli dengan itu. Melihat lukisan yang begitu lucu, seorang penyihir gembul dengan kumis model jojon, disandingkan dengan Biduan desa yang begitu cantik dan molek… Siapa yang tidak senang? Gambar itu begitu lucu dan menghibur. Bagaikan BADUT BODOH yang bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak melihatnya. Melihat lukisan itu bukanlah nafsu syahwat yang muncul, tapi gelak tawa dan senyum jijik melihat penyihir bangkotan itu menggauli biduan desa.

Para warga berpendapat, sang biduan telah diracun PELET… mau tau peletnya? CABE RAWIT.

(Cara penggunaan, letakkan cabe rawit diatas tumpukan harta dan kereta kuda… maka biduan datang)

6. Para Panyhir Juga mempunya….

*GUBRAK! BUBAR KALIAN! BUBAR !!!

Kak Dewi, Kak Dewi bubar… bubar….. ada pamong….

lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

eala dhalah…. hancur iki warungku !



Cerita Kak Dewi
April 10, 2008, 10:09 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi, noles, nyindir

BUNGKAM! DIAM! pssst!

hahahaha

Kayaknya Indonesa bakalan balik lagi kejaman jahilliyah!

hahahaha

Kebebasan mendapatkan informasi? ups… udah ada bau2 balik kejaman jahilliyah…

Kritik? hah. Menghina negara…

Menghina negara?? Yah gimana yah… udah ah! Ini warung kopi!! gag usah bahas2 politik

Eh,eh Kak Dewi bawa buku baru… ada dongeng apa kak?

Iya kak dewi punya cerita. Mari kita dengarkan Kak Dewi bercerita:

=================================================

Alkisah disebuah kerajaan ditanah nun jauh disana, hiduplah seorang Raja yang tua renta, tetapi baik hati. Sang Raja begitu murah senyum dan peduli pada rakyatnya. Tapi, sayang sang Raja yang peduli pada rakyatnya tidak tau kalo dia punya rakyat. Yang Sang Raja tau, ada rakyat diluar sana tapi, raja tidak pernah bertemu rakyat.

Sang Raja, hanya sering bertanya pada patih-patih dan kepala-kepala dusun, bagaimana keadaan rakyat. Para patih dan kepala dusun hanya bisa menjawab rakyat baik-baik saja. Karena, tidak mau kena hukum sama raja kalau tau rakyatnya susah.

Yah, begitulah kelakuan para patih dan kepala dusun.

Para patih, hanya bisa mengeluarkan cambuk dan pedang tumpul untuk menghukum rakyat yang memang sudah menderita. Para patih menyalahkan rakyat yang malas, dalam pembangunan puri… sehingga puri keagungan kerajaan tidak selesai-selesai. Bahkan pondasi puri pun terlihat asal-asalan. Padahal rakyat bukan malas, hanya tidak punya tenaga karena makanannya pada nyangkut ditangan mandor dan pamong. Para patih, dengan lagak sotoy (sok tau) seolah-olah dia yang ikut berdiri dilokasi pembangungan, seenaknya melempar pecut dan cambuk kepada rakyat yang bodoh dan dungu.

Para patih ini bisanya hanya mengeluarkan peraturan asal-asalan, supaya kelihatan “kerja” sama Raja. Biar keliatan ada “gregetnya”….

Nah ini cerita para kepala dusun, manakala Raja mengadakan acara makan-makan sebelum pesta berburu. Raja menceritakan sebuah kitab kuno, dengan maksud menambah kearifan para kepala dusun. Eh ternyata ada satu kepala dusun yang tidak menyimak pembacaan kitab. Sang raja murka! apa daya, raja hanyalah tua renta. Bahkan teriakan raja pun, tertelan oleh tawa para patih yang terbahak-bahak, melihat kepala dusun yang tidur. Sering sekali kejadian sang raja murka gara-gara ditinggal TIDUR.

nah ini dia, wong dalem yang paling menjijikkan. Mereka adalah kaum penyihir. Para penyihir ini, senang sekali menghabiskan harta kerajaan, dengan alasan-alasan aneh. Yah mungkin karena pekerjaan mereka juga gaib. Bayangkan mereka pernah, meminta KACA AJAIB, SEBUAH KACA LAYAR DATAR YANG HARGANYA RATUSAN KEPING EMAS, mereka meminta kaca ajaib itu untuk melihat jadwal pertemuan dan rapat. Karena para penyihir ini begitu bodoh sampai-sampai tidak mampu mengingat jadwal mereka sendiri. Akhirnya puri pada penyihir dipenuhi puluhan KACA AJAIB LAYAR DATAR, yang menampilkan jadwal supaya para penyihir tidak terlambat lagi.

hahaha! penyihir memang tidak terlambat. Setelah masuk keruang rapat, mereka langsung mendengkur… dan mencari wangsit. tapi, entah mengapa Sang Raja begitu takut pada para penyihir… mungkin Sang Raja takut mantera pelanggeng kekuasaannya luntur. hoho.

Baru-baru ini ada pengamen sinting yang jalan-jalan kekota. Keibukota kerajaan. Menyanyilah para gelandangan sinting berambut gimbal dan keriting:

“aduduh, e aduh… para penyihir-penyihir kodok! Kalian itu penyikir kodok.

Bisanya makan, sama cari wangsit doang (tidur)…. penyihir-penyihi… la la la la”

ow, ow, ow sayangnya peyihir kira sangat jeli dan perhatian!

Mereka hanya sangat perhatian pada saat NAMA MEREKA DISEBUT, HARTA MEREKA DIUSIK, PERUT MEREKA DIGANGGU.

hahahahaha. Selain itu? KODOK TULI!

Yah, nahas nasib para gelandangan itu. Merekapun langsung dilaporkan penyihir pada pamong. Para pamong yang sebenarnya juga jijik pada penyihir, bingung harus berbuat apa. Karena pamong jijik pada semua orang. Pamong hanya mencintai kaumnya sendiri. Soale pamong iku yo pamong….

Kerajaan itu pun…

===================================

Kak Dewi tidak mampu membaca lagi. Kayaknya ceritanya aneh. Mungkin Kak Dewi salah mengambil buku.

Ketika Kak Dewi melihat sampul buku itu, ternyata dia memang salah. Buku itu berjudul…

“Kerajaan Zamrud Khatulistiwa”

Yah.. bisa2 warung kopi saya ini digusur….

udah dah. Mbak dewi gag boleh dongeng disini dulu… disini lagi musim razia trantib…



Keyakinan -lanjutan bagian 2-
April 10, 2008, 4:12 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi, cerita, noles

SESAT DAN TIDAK SESAT

Siapakah yang berhak menentukan sesat dan tidak sesat? Islam dianggap sesat dan ditentang pada awal perkembangannya. Begitu juga dengan agama-agama lain. (terkecuali, Hindu yang menjadi “agama” tertua akan tetapi tetap mendapat kritik dari agama setelahnya Budha. Yah berhubung ini masalah sejarah dan saya tidak terlalu paham… maka saya anggap ini hanya intermezo)

Kembali kepertanyaan, SIAPAKAH YANG BERHAK SESAT? (dalam konteks agama *bukan pengembangan agama)

Jika kita belajar dari sejarah dan masa lalu kita tidak dapat mengatakan suatu “agama baru” itu sesat…

Sekarang semua orang dapat menuhankan siapa saja… Artis? Selebriti? Materi? Tokoh Adat? Ayahnya? Ibunya?

atau memilih sendiri Tokoh2 Masa Lalu, menuhankan Hittler? yah, terserah.

Toh waktu yang akan mengujinya.

BAB II – PENGEMBANGAN AGAMA

Di Indonesia pengembangan agama sering dilihat sebagai bentuk “penistaan” agama. Agama diIndonesia tidak boleh “dikembangkan” karena ada HUKUM YANG DISEBUT PASAL PENISTAAN AGAMA. Hukuman terhadap “penista” tidak main2… penjara!

NEGARA VS AGAMA

Manakala negara ikut campur dalam urusan agama. Saya selalu melihatnya sebagai bentuk “ketimpangan”…

AGAMA HARUS IKUT CAMPUR DINEGARA, tapi NEGARA TIDAK PERLU IKUT CAMPUR DI AGAMA.

nah lo? (hahahhaa, itu murni pemikiran gw…)

Ketika negara menyatakan sesuatu salah, dari kacamata hukum yang notabene dibuat oleh MANUSIA yang penuh kesilapan dan kealpaan. Sudah pasti akan banyak sekali pihak yang dirugikan. Hukum (negara) itu bersifat kaku. Sementara, pikiran dan ide-ide bersifat lentur. Mengikat bola bekel dengan rantai? Hasilnya nihil…

Ikatlah bola bekel dengan benang, pasti bisa. Bola tetap memantul, tapi gag kemana-mana.

Pemikiran itu seperti bola bekel, hukum itu seperti rantai yang kaku dan keras, agama itu seperti benang yang mengikat dengan kelembutan. Benang bersifat fleksibel, kadang bisa bikin geli2 kadang bisa ngiket, bahkan terkadang dapat pula digunakan MEMOTONG.

Hukum vs Agama?

Entah mengapa, saya menganggap. Tidak klop, kalau hukum harus ikut campur di urusan agama. Biarlah agama mengurusnya dengan caranya sendiri. Kalau memang suatu ajaran itu benar datangnya dari Tuhan. Maka biarkanlah Ia yang menjaganya. Hukum (negara) memiliki aturan main yang berbeda dengan agama. Saya menganggap, Pasal Penistaan Agama harus segera ditinjau ulang. Itu merupakan Pasal Karet (Tempo,2007). Pasal yang bisa digunakan suka-suka sesuai siapa yang mau menggunakannya…

PENGEMBANGAN AGAMA=SESAT, TIDAK SESAT=TIDAK BERKEMBANG ?

Akhir-akhir ini sering kita lihat, sebuah agama mayoritas di Indonesia banyak diselipi dan ditumbuhi jamur2 “inovasi”. Banyak “aliran-aliran” bermunculan dan setiap kemunculannya pasti menyedot perhatian. Anggota-anggotanya pun banyak sekali, dan kebanyakan dari kaum muda. Yang biasanya menyukai hal-hal baru, senang tampil berbeda, menyukai kritik, terkadang suka “kiri” supaya terlihat ekstrim dan gagah

(*termasuk saya. hehehe)

Orang-orang yang mengembangkan agama, menganggap agama lama mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sebagian lain, menganggap agamanya perlu angin segar. Perlu sedikit perubahan. dan yah, naasnya beberapa orang yang menganggap dirinya yg dapat melakukan itu… harus berakhir diPENJARA.

Apakah agama tidak boleh berkembang?

(ditinjau dari segi logis dan nalar)

Menurut saya BOLEH. hoho. Sebab semua agama (yang “dibawa”) yang bertahan sampai sekarang disadari atau tidak merupakan pengembangan dan hasil kritisi terhadap agama-agama sebelumnya.

(ditinjau dari segi agama)

Boleh, agama yang saya anut menyukai inovasi berdasar logika dan akal. bahkan seorang Guru mengatakan, “Islam itu agama berfikir, Islam itu mudah. Asal jangan dipermudah”-end-

Pendapat saya: memang benar agama saya itu merupakan agama logika dan nalar. Junjungan Pembawa Pesan, adalah seorang yang umi, tidak bisa membaca dan menulis. Tapi, Beliau menggunakan akalnya dan fikirnya dalam setiap tindakan.

Nah, jika sekarang kita hanya bisa, membaca dan menulis (menyalin) dari kitab2 kuno… tanpa menyertakan akal dan fikir untuk menemukan inovasi. Ummm, siapa kita?

BEGIMANE KITE MENYIKAPI PERKEMBANGAN INI?

nah, ini lah poin dari seluruh uraian tak berdasar saya diatas.

Berkembangnya? lakukanlah inovasi sesuka hati tanpa melupakan dasar-dasarnya.

Jika anda mengembangkan sesuatu yang anda anggap baru, jangan bawa-bawa yang lama. Karena, akan menyakiti penganut yang lama.

Untuk penganut yang lama, jangan gunakan tindakan-tindakan anarkis. Bila anda yakin agama anada yang benar, anda harus yakin Pemilik agama itulah yang dapat menjaganya. Sementara kita, kita jaga apa yang dititipkan pada kita. anak-anak kita, keluarga dan sebagainya dari “apa yg jelek menurut kita”.

PAGAR-PAGAR DAN TEMBOK

Pertanyaan timbul, gimana melindungi anak-anak dan keluarga kita?

Bakar saja rumah ibadah mereka! bunuh saja pemimpinnya!

Bukan itu salah.

Ada dua pagar yang dapat digunakan untuk meredam bola bekel yang terus memantul tanpa henti.

Pertama, kita harus mengikatnya dengan benang yang baik dan berkualitas. Sehingga tidak mudah putus. Para pemuka agama hendaknya berperan aktif. Lembaga keagamaan tertinggi jangan menjadi “kodok tuli” hanya menatap kedepan tanpa mempedulikan sekitar. Harus nungg teratainya diusik baru bergerak. Para pemuka agama hendaknya, dapat menyatukan suara. Yaitu SUARA MENG-ESA-KAN TUHAN. Janganlah bertengkar sendiri. Sibuk mengatakan “saya” yang benar,… mereka yang salah.

Lembaga tertinggi (pemimpin) agama harus dekat dengan umatnya. Ketika mengatakan suatu “perkembangan agama salah” mereka harus memagarinya… melingkarinya dengan benang dan mengeratkan ikatannya. Bila bola itu tidak mau diam, tarik lah benang itu sekuat mungkin… hingga bola itu terbelah dua dan berhenti memantul. Agama-harus satu, dan memiliki pemimpin. Itulah SOLUSInya.

HUKUM? MAU DIMANA?

Rantai kapal yang kuat dan kaku hendaknya menjadi pagar umum. Ketika pemikiran pan pengembangan telah mengarah pada tindakan kriminal seperti, pemaksaan, penculikan, pemerasan, intimidasi dan penekanan, tipu daya, hipnotis dan sebagainya. Dan mengganggu ketentraman “umum”, Hukum dapat bersikap menimpakan rantai berat itu pada bola bekel. Sehingga berhenti memantul dan hilang, lenyap dari pandangan. Tapi hal itu tentu akan membuat hal-hal ini terjadi:

  1. Bila hantaman meleset, bola akan memantul lebih dahsyat. Pemikiran dan tekanan membuat orang berpikir makin radikal
  2. Bila tepat, bola bekel akan hilang dalam sekejap. tapi tetap ada. Pemikiran itu boleh hilang, tapi masalah akan memendam.
  3. Bila rantai itu terus menutup bola bekel itu, bola bekel itu akan TERLUPA DAN HILANG.

Mohon maaf, tapi hanya itu yang bisa dilakukan hukum. Hukum tidak akan bisa mematikan bola bekel.

HUKUM TIDAK AKAN PERNAH BISA DIGUNAKAN UNTUK MENGADILI DAN MENGHAKIMI KEYAKINAN

Akhir kata, digunakan rantai atau benang. Bola bekel itu akan tetap ada. apapun yang kita gunakan, api, kayu, batu, rantai, besi, bahkan panah. Pemikiran akan terus ada dan selalu menghantui manusia. Aliran sesat dan semacamnya telah ada sejak lama, si Indonesia. Sejak Syekh Siti Jenar, yang dinyatakan sesat oleh Walisongo. Sampai yang paling santer “Rasull dari Betawi” Ahmad Musaddeq. Bola bekel akan terus memantul dan memantul. Hati-hati lah terhadapnya, suatu saat ia akan memantul dan datang kepangkuan anda.

Hanya IMAN yang dapat melindungi Kita. Perbaharuilah IMAN ANDA SETIAP HARI.

Dengan voucher refill, dua kalimat syahadat. Juga La Illaha Illallah yg kekuatannya tetap sama sampai kelangit, sekalipun diucapkan oleh pendusta dan orang munafik selama ia ‘pernah’ mengucap syahadat. itulah keutamaan yang dimiliki kita MUSLIM.



Keyakinan -Sebuah tinjauan terhadap aliran sesat-
April 10, 2008, 2:59 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi, cerita, nyindir

Saya berencana untuk menulis tentang ini dalam beberapa bagian… Semoga ini bisa menjadi bagian pertama dan saya masih bisa mempertahankan konsistensi untuk terus melanjutkan pembahasan ini sampai tuntas.

Kenapa saya tergerak untuk menulis tentang ini?

Sebenarnya rasa prihatin dan cemas terhadap banyaknya aliran sesat di Indonesia yang mengulik benak saya…

“hei, mereka yang berteriak sesat. Apakah kalian berkaca? Kalian ini juga sesat”

Saya merasa, ada yang salah dengan Indonesia. Disaat yang sama, kita dapat berteriak pada orang yang:

  1. Hanya solat malam saja (AlQiyadah)
  2. Pada orang yang sholat dua bahasa
  3. Pada orang yang meyakini Jibril dan Isa baru (Lia Eden)
  4. Pada orang yang “berbeda”
  5. Pada orang bercalana cingkrang
  6. Pada wanita bercadar
  7. Pada orang2 yang sering ngumpul “pengajian”
  8. Memiliki komunitas “keagamaan” sendiri
  9. pada orang yang menyukai privasi dan kesendirian

Disaat yang sama kita memilih DIAM atau bahkan MEMBENARKAN orang-orang yang:

  1. Menghabiskan malamnya di nightclub
  2. Tidak pernah sholat
  3. sholat sekali-kali asal sempat
  4. Pada orang yang Tidak Mengakui TUHAN
  5. Pada orang yang tidak bercelana (free sex, kumpul kebo dan sebagainya)
  6. Pada wanita-wanita telanjang
  7. Memiliki komunitas gossip, arisan, “pengajian” (pamer Busana Muslim baru, dan Perhiasan)

Kita tutup mata dan menganggap “Ah, itu sudah biasa”.

Sedih dan miris melihat hal itu…. ada beberapa pertanyaan yang sulit terjawab. saya berharap dapat terjawab seiring tulisan ini mengalir…

APAKAH ITU KEYAKINAN?

Keyakinan atau iman ? Bisakah diadili ? Dapatkah kita mengatakan dan membakukan BAHWA AGAMA HANYA ADA LIMA!

Ini yang menurut saya membuat kehidupan beragama di Indonesia CACAT!

Keyakinan seseorang tidak dapat diadili, dan ditentukan benar salah. Yang menurut saya benar, menurut penganut lain salah. Oke, nanti akan kita masuk lebih dalam

PERTANYAAN PERTAMA : LIMA AGAMA (ANEH??)

Indonesia mengakui LIMA AGAMA benar. Nah, disini letak keanehan menurut saya, Andaikata kita mengakui SATU agama… maka, yah wajar saja. Karena kita mengakui SATU.

Kalau menurut saya kita mengakui LIMA AGAMA – MAYORITAS. Karena, ada lima agama mayoritas, maka kita akui. Tapi, kita tidak boleh menutup mata dan menganggap MINORITAS ITU TIDAK ADA.

Dalam hal ini saya belum akan menyentuh ttg pengembangan agama (aliran sesat) tapi akan membahas agama-agama minoritas. Seperti penganut animisme, penganut agama-agama tradisional di JawaBarat, dan sebagainya. Diskriminasi dan hinaan pada mereka terus dilakukan. Dalam membuta KTPpun sulit…

Yah, sekarang gini. Misalkan kita ikut membenarkan AGAMA ITU HANYA ADA LIMA. Pertanyaannya…

Kita ini siapa? NABI? TUHAN?

HUKUM LAH yang membuat Indonesia memiliki LIMA agama… nah, siapakah HUKUM??

Apakah hukum memiliki pikiran sendiri? Apakah hukum merupakan suatu NILAI BENAR?

SEJATIKAH HUKUM??? Bentuknya saja nggak ada, gimana mau nyata… Hukum itu buatan MANUSIA. Dan dengan kita membatasi AGAMA HANYA LIMA, berarti manusia telah berani membatasi kekuasaan “tuhan”.

PERTANYAAN KEDUA : HARUSKAH AGAMA DIBATASI DAN DIBUAT HUKUM YANG AJEG?

Yah, gimana ya… Agama memiliki peraturan dan hukumnya sendiri. Untuk melakukan DAULAT kedalam…

Agama yang “benar” menurut saya… akan memiliki sebuah sistem dan cara yang teruji oleh waktu sehingga agama itu dapat bertahan hingga ribuan tahun dan menyebar keseluruh penjuru dunia dan memiliki jutaan penganut.

Bisakah kita membatasi,  bahwa “sekarang” adalah akhir waktu??? Bagaimana jika pemimpin PENYEMBAH BERHALA pada masa Arab dulu mengatakan STOP INILAH AGAMA KITA,SEGINI DAN GAG BOLEH NAMBAH.

Alhasil, Islam dicerca dan dihina. Perkembangannya ditelikung sana-sini. Begitu juga dengan Pembawanya, Rasul.saw/

Budha? Juga sama, mengalami banyak tekanan. Hinaan, hadangan dan sebagainya.

Apakah sudah menjadi hukum alam, setiap agama baru harus “diuji” dengan cacian bahkan taruhan nyawa?

-end of part 1-



Sebuah Pesan Singkat dari seorang …
April 9, 2008, 1:58 pm
Diarsipkan di bawah: FiKsi, noles

Hari ini dihari yang begitu panas diawal bulan april yang sangat tidak menyenangkan…

April, selalu mengingatkanku pada seseorang yang akan selalu kuingat seumur hidupku…

Seseorang yang telah pergi untuk selamanya

Seseorang yang kepergiannya akan selalu kusesali dan kuingat

Yah, jadi mohon maaf buat seseorang.. kalo kemaren diawal april… mud gw lagi agak gak enak…

jadi sitip…hoho…

========================

Aku berfikir, lebih baik aku pergi, before I fall any deeper…

I don’t want it happen again and again

========================

FICTION:

———————————————-

to: 08xxxxxxxxxxxx

Maap, tapi lebih baik kita jaga jarak. Gw gag mau kalo kita terlalu deket, kita justru jadi lebih rapuh.

Kalo kita deket, ketika misah akan lebih sakit. Gw gag mau xxxxxxxxx

———————————————-

from:08xxxxxxxxxxxxx

Apa salah aku, sampe2 kamu mikir gitu? aku ngeganggu kamu?

Kalo gitu aku minta maap, aku xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

———————————————-

to:08xxxxxxxxxx

Lu gag salah. Ini semua salah gw… Lu nggak gag ganggu gw…

gw ngerasa gw yang ganggu elo… sekarang elu bebas… gag perlu ngerasa gag enak.

Gw akan nyoba buat keluar dari hidup lu… thx ya

———————————————-

from:08xxxxxxxxxx

Aku gag pernah ngerasa kamu ganggu aku. Aku seneng punya temen kayak kamu.

Kalo kamu ngomong gitu, aku ngerasa aku yang ganggu kamu. Emang salah kalo kita deket?

———————————————-

———————————————-

end

=====================================

argh! gw emang gag bakat…hahaha.

tapi gag apa2 deh, anggep aja ini seni abstrak!

yg cuma bisa dimengerti oleh orang2 tertentu yang punya taste

dan orang2 yang

“mengerti”



Kisah Aneh
April 9, 2008, 8:40 am
Diarsipkan di bawah: FiKsi, cerita, noles, nyindir

: another fiction :

=============================================

Hahaha, iya…iya… baru pulang jalan ya?

oooh, iya-iya….

**tereteretet…tereteretet**

Eh, dah dulu ya… met istirahat… babay

———————————

Klik, tulit

Halo?

>eh, kak apa kabar?

Baek… ini siapa ya?

>hehe, kak aku mau minta tolong…

Apa?

>tolong telponin temenku dong… suruh ke rumah ku

Hah?? Ah, yang enggak-enggak aja… telponlah sendiri… aneh

>tolong kak…tolong bett dah

Kau mau bayar pake apa? hahaha

>gag usah telpon ding, smsin aja

Yah, ak gag demen kalo harus sms-sms… hahaha

>pliss, kak aku “bayar dengan nyawa ku” tolong (lebay…)

Iya,iya….

>makasih kak, entar aku hubungi lagi

================================

Kututup hapeku dan beralih kehape satunya… tekan redial…

================================

Halo.

>iya napa lagi kak?

eh, enggak. Barusan temenmu nelpon aku. Bilang suruh kamu kerumahnya

>lo? kok lewat kakak…? suruh dia aja ngomong langsung

Ya elah… lu malah nanya lagiee… justru itu yg aku juga gag ngerti….

(setelah ngebacot cukup panjang)

>kak, tolong bilangin dia… kalo mau aku… jemput aku

Ya Oloh… lu aje dah yg ngomong ke dia… kok liwat aku lage??

>tolong kak… pliss

=================================

kututup lagi hape yang ini, pindah ke hape yang tadi… teken redial (miskol)

sejurus kemudian….

=================================

>Halo kak, gimana?

iye, katenye lu jemput die kerumahnya

>ah, masa… boong ya?

ya elah, ak lagi gag mud boong.. udah sono jemput

>ah masa…. iiih,,, aneeeh.

(ngebacot lagi dengan waktu yang cukup panjang)

=================================

kutinggalkan hape yang ini, dan berpalingke hape yang tadi. dan tekan redial…

=================================

Halo?

>apa katanya kak?

Iye die jemput

>hihi, tumben dia mau gitu…

——————————————

Oke that’s it….

nah, dalam cerita ini ada beberapa hal yang ingin saya tekankan…

saat ini…

tokoh yang dipanggil kakak berada di Medan.

Tokoh yang saling janjian itu adanya di JOGJAKARTA!

wakakakakkaka>>jauh pan???

CERUDIKAN : MODE ON

Pertanyaannya… apakah yang terjadi diantara dua tokoh yang “janjian” tadi?

apa juga hubungan mereka dengan Sang Kakak?

Dalam tiga puluh menit kedepan, kita akan gali segala kebenaran yang tersingkap,

bersama saya Dewi Astuti Warna Mustika

dalam

INSERT INPESTIGALI…..

wakakkakakakakkakakakakkakakakakka

tertawa PUAS MODE ON !!!!

*I hope You read this story…. dedicated to my Bro*



Titik Nol
April 5, 2008, 5:29 am
Diarsipkan di bawah: FiKsi, noles

(ini idenya datang dari blog tetangga Mbak Rindu)

hehe. :D

Titik Nol, merupakan titik awal…

Aku berharap aku benar-benar bisa pergi ketitik nol, dan memulai perjalanan dari nol…

Mencari kembali jalan-jalan yang nyata dan tepat, kembali mendata kembali jalan-jalan pintas, jalan berlubang, tempat peristirahatan, dan rumah-rumah makan.

Ingin rasanya aku kembali ketitik nol,

dan memulai kembali perjalanan ku dengan peta yang baru,

Ingin aku pulang ketitik nol,

dan memulai perjalananku kembali, dengan bekal pengalaman yang kudapat dimasa lalu

Inilah saatnya, inilah masanya,

Aku harus kembali ketitik nol

Mencari kertas kosong dan mulai menorehkan jalan-jalan baru untuk petaku,

mulai mengguratkan sungai-sungai, gunung, dan hutan dengan penaku.

Mungkinkah aku benar-benar membuat tulisan baru?

Ataukah

sisa-sisa coretan masa lalu masih nampak dan mengganggu kemampuanku dalam menggambar?

Ah, tidak usah kupedulikan…

walaupun orang menganggap aku sudah diKM.23 (bett, jauh bo…udah mau nyampe Kaliurang! haha)

Aku baru menganggap, inilah titik nol ku

Inilah saatnya aku memulai,

Inilah saatnya aku terbangun,

Dunia, tunggu! Aku Datang!