Diarsipkan di bawah: Bobotan
Now and forever, I will be your man.
*,*
You know
Menipis lagi… sebelum menghilang. Tapi yakinlah, akan datang lagi. Soalnya Dia yang bilang. Umm, Dia? Siapa Dia?
aduh, gimana jawabnya ya? ada yang bilang dia itu, adalah Batas tertinggi daya pikir manusia yang gag mungkin manusia manapun lampaui. Dia itu adalah sesuatu,sebuah,semacam,sesosok,*abstrak* yang menjadi tempat kembalinya semua manusia ketika daya dan kekuatan sudah habis untuk digunakan.
oke,oke, cukup membahas Dia, saya tau yang kamu maksud, orang biasa sebut Dia itu dengan sebutan Tuhan. Iya bukan? sebentar2 sedikit lagi membahas Dia. Dia? tidak, Dia bukan Tuhan. Tuhan hanyalah kata serapan dari kata-kata tuan. Untuk menggambarkan betapa Berkuasanya Dia. Dia itu, sungguh,sungguh,sangat, diatas kata tuan. Lebih.lebih jauh dari tuan. Tidak ada satupun kata yang mampu menggambarkan Dia. dalam sebuah adat mencoba menjelaskan dia, bayangkan sampai 99 nama. dan kesemuanya menggunakan kata Maha. Lihat? betapa hebatnya Dia itu. kata-kata Tuhan, tidak cukup menampung kebesaran Dia.
Baiklah, saya paham tentang apa yang ingin kau arahkan disini. Langsung saja. Apa sebenarnya yang Dia katakan?
Dia berkata, setelah kesukaran pasti ada kemudahan. Dia juga berkata, bahwa nasib orang2 yang berusahalah yang akan berubah. Dia juga berkata, celakalah manusia yang hari ini sama atau bahkan lebih buruk dari hari kemarin.
Yah, saya juga tau kalo tentang itu sih. jadi apa maknanya?
Sebenarnya saya ingin memberi tau, bahwa garis perak yang menipis, dan hilang pasti akan timbul lagi. suatu saat. Kita hanya harus Percaya.
Owh. bgitu. trus?
Trus, Anda itu celaka.
Kok?
Anda paham apa yang Dia katakan. Anda tahu. Anda mengerti betapa berkuasanya Dia. tapi, Anda sekarang masih saja duduk diam di depan komputer tanpa berbuat apapun? saya tanyakan pada Anda, apa yang anda lakukan kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi?
saya,
Tolong dijawab?
Saya kuliah seperti biasa, menemui teman, olahraga,melakukan kegiatan…
stop. itu hanya perbuatan rutin Anda. Anda sama saja seperti kemarin. Anda celaka, dan Anda tahu itu.
Lama sudah aku kehilangan pegangan. Lama sudah aku kehilangan nama buat Tuhanku,
aku tahu Dia ada. aku tahu Dia disana. aku tahu Dia Melihat Mendengar. aku tahu.
Tak mampu kutemukan nama untuk Tuhanku. Siapa Dia? tak mampu kutemukan alat paling tepat untuk dekat dengan Tuhanku.
Entah mengapa aku sampai seperti ini. Mungkin ini wujud dari kritikku terhadap Tuhan yang bernama. kritikku atas mengapa Ia memilki banyak Nama. Nama apa yang kuambil dan kugunakan sebagai jalan hidupku? ataukah yang utama aku hanya harus percaya pada Tuhan. tak perlulah nama untuk-Nya. karena, nama hanyalah nama.
Kulakukan semua hal. banyak hal. yang membuatku semakin kehilangan Nama buat Tuhanku.
Malam ini. Pukul 3 pagi. Aku terbangun dan merasa muak dengan semua ini. Aku menemui beberapa alat relaksan khas barat, yang benar2 manjur membuatku tenang.
Ketika sedang dalam ke-muak an tingkat tinggi itu. Aku melihat sebuah buku suci, yang dimiliki dari salah satu ajaran dari Tuhan yang bernama Allah.
Kucium buku itu. Kubuka halamannya secara acak. Beberapa kali membuka, semua hanyalah ayat-ayat kosong tentang kisah Nabi-Nabi. tentang binatang.
Sudah mulai putus asa aku. Ku bawa tubuh ini ketempat tidur dan kubawa pula serta buku suci itu. kusandarkan kepalaku kepada bantal. dan mulai kupegang ujung sampul dari buku itu. dan dia membuka dengan sendirinya.
“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa-apa yang kamu mintadan memperoleh apa-apa yang kamu inginkan” (Fussilat:31)
“Sebagai penghormatan (bagimu) dari Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”(Fussilat:32)
Semua tuntutan dan kritikanku dijawab Tuhan dalam satu surat pendek. Aku inginkan hal-hal yang Dia larang, Dia bilang tunggu disurga. Aku kehilangan teman dan pegangan hidup, Dia bilang bahwa Dia dan malaikatnyalah pelindungku. Aku kehilangan tujuan hidup dan semangat, Dia bilang nanti di surga akan Dia berikan segala tuntutanku.
Hebatnya Dia. Tak lupa Dia mencantumkan “nama pengirim”. benar-benar serupa surat, “dari Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”
Dan Dia memberikan penghormatan pada hambanya yang hina dan kotor ini.
Aku rasa aku sudah temukan Nama untuknya. Malam ini. Dimalam yang penuh dosa ini. Sebuah malam yang tidak spesial. Dipukul tiga pagi.
Walaupun aku belum sepenuhnya siap dengan Nama ini. Aku tahu, bahwa seluruh dunia harus tahu. bahwa Dia disana. Dan siap memberi jawaban pada siapa saja yang mencari,
Melalui Surat Dari Tuhan
*Jogjakarta, 11/12/2008. 02.57. kubuka Al-Qur’an dengan tubuh berlumur dosa, dengan tubuh yang penuh toksik2 dari barang2 barat yang tidak berguna itu, dengan pakaian yang sungguh busuk bau barat*
Hmm, akhir2 ini kita liat masalah BBM kita, yang buntutnya pnajang naujubille.
ck ck ck
Hipotesis saya mengatakan bahwa semua WARGA dari 6 golongan tadi , IS BULLSHIT…
Hahahha, i’m serious douugh!
Ok let see,
Gag ada hubungannya sama postingan sebelumnya.
APINYA ADALAH :
——
DEMO BBM, POLISI MEMUKUL MAHASISWA, MAHASISWA MEMBAKAR MOBIL DAN FASILITAS UMUM, WARGA BERLINDUNG
——
Demo BBm akhir2 ini semakin liar dan ricuh,.,, semua orang saling salah dan mencari pembelaan dan pembenaran masing2…
Akan kita liat, siapa yang salah disini, dan siapa yang benar… kita liat juga siapa yang SIAL.
Statement 1 :
Polisi memukul mahasiswa~
Polisi apapun alasannya tidak boleh melakukan tindakan brutal seperti itu. melakukan pengeroyokan, pemukulan mahasiswa yang sudah tidak berdaya beramai-ramai. melakukan pengejaran, dan pemukulan membabi buta.
Dalam membubarkan demonstrasi, standart prosedur adalah, membubarkan dengan satu. Polisi bergerak beramai2 membuat pagar betis mendekati kerumunan. dan melakukan pembubaran dengan menjaga jarak.
Bukan dengan mengjaaaaaaaaaaaaaaaaar! dan menghajar! Pada saat ini POLISI SALAH!
Mahasiswa Membakar MOBIL PLAT MERAH, MEMBLOKIR JALAN UTAMA.
Apakah boleh?? jawabannya tentu tidak, sekarang kita lihat. mahasiswa merobohkan pagar, membakar ban bekas. bahkan sekalipun aksi damai, kemacetan yang ditimbulkan berkilo2meter panjangnya… trus2, merusak mobil… membakar mobil polisi, melempari polisi dengan batu. melakukan sweepin terhadap warga, apakah itu benar? saat ini, MAHASISWA SALAH!
Warga menyelamatkan diri!
Heellllo! kalian itu para pengecut! yang hanya mementingkan diri sendiri… tidak mau peduli pada kesusahan negara… tak heran bangsa ini semakin bergerak kearah ekonomi kapitalis. Lah, semua orangnya mendahulukan kepentingan pribadi! satu statement menarik, APA GUNA BENZ SEHARGA $ 90.000 KALAU BENSIN LUAR BIASA MAHAL, DAN SEMUA JALANAN RUSAK?
end of part two
SESAT DAN TIDAK SESAT
Siapakah yang berhak menentukan sesat dan tidak sesat? Islam dianggap sesat dan ditentang pada awal perkembangannya. Begitu juga dengan agama-agama lain. (terkecuali, Hindu yang menjadi “agama” tertua akan tetapi tetap mendapat kritik dari agama setelahnya Budha. Yah berhubung ini masalah sejarah dan saya tidak terlalu paham… maka saya anggap ini hanya intermezo)
Kembali kepertanyaan, SIAPAKAH YANG BERHAK SESAT? (dalam konteks agama *bukan pengembangan agama)
Jika kita belajar dari sejarah dan masa lalu kita tidak dapat mengatakan suatu “agama baru” itu sesat…
Sekarang semua orang dapat menuhankan siapa saja… Artis? Selebriti? Materi? Tokoh Adat? Ayahnya? Ibunya?
atau memilih sendiri Tokoh2 Masa Lalu, menuhankan Hittler? yah, terserah.
Toh waktu yang akan mengujinya.
BAB II – PENGEMBANGAN AGAMA
Di Indonesia pengembangan agama sering dilihat sebagai bentuk “penistaan” agama. Agama diIndonesia tidak boleh “dikembangkan” karena ada HUKUM YANG DISEBUT PASAL PENISTAAN AGAMA. Hukuman terhadap “penista” tidak main2… penjara!
NEGARA VS AGAMA
Manakala negara ikut campur dalam urusan agama. Saya selalu melihatnya sebagai bentuk “ketimpangan”…
AGAMA HARUS IKUT CAMPUR DINEGARA, tapi NEGARA TIDAK PERLU IKUT CAMPUR DI AGAMA.
nah lo? (hahahhaa, itu murni pemikiran gw…)
Ketika negara menyatakan sesuatu salah, dari kacamata hukum yang notabene dibuat oleh MANUSIA yang penuh kesilapan dan kealpaan. Sudah pasti akan banyak sekali pihak yang dirugikan. Hukum (negara) itu bersifat kaku. Sementara, pikiran dan ide-ide bersifat lentur. Mengikat bola bekel dengan rantai? Hasilnya nihil…
Ikatlah bola bekel dengan benang, pasti bisa. Bola tetap memantul, tapi gag kemana-mana.
Pemikiran itu seperti bola bekel, hukum itu seperti rantai yang kaku dan keras, agama itu seperti benang yang mengikat dengan kelembutan. Benang bersifat fleksibel, kadang bisa bikin geli2 kadang bisa ngiket, bahkan terkadang dapat pula digunakan MEMOTONG.
Hukum vs Agama?
Entah mengapa, saya menganggap. Tidak klop, kalau hukum harus ikut campur di urusan agama. Biarlah agama mengurusnya dengan caranya sendiri. Kalau memang suatu ajaran itu benar datangnya dari Tuhan. Maka biarkanlah Ia yang menjaganya. Hukum (negara) memiliki aturan main yang berbeda dengan agama. Saya menganggap, Pasal Penistaan Agama harus segera ditinjau ulang. Itu merupakan Pasal Karet (Tempo,2007). Pasal yang bisa digunakan suka-suka sesuai siapa yang mau menggunakannya…
PENGEMBANGAN AGAMA=SESAT, TIDAK SESAT=TIDAK BERKEMBANG ?
Akhir-akhir ini sering kita lihat, sebuah agama mayoritas di Indonesia banyak diselipi dan ditumbuhi jamur2 “inovasi”. Banyak “aliran-aliran” bermunculan dan setiap kemunculannya pasti menyedot perhatian. Anggota-anggotanya pun banyak sekali, dan kebanyakan dari kaum muda. Yang biasanya menyukai hal-hal baru, senang tampil berbeda, menyukai kritik, terkadang suka “kiri” supaya terlihat ekstrim dan gagah
(*termasuk saya. hehehe)
Orang-orang yang mengembangkan agama, menganggap agama lama mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sebagian lain, menganggap agamanya perlu angin segar. Perlu sedikit perubahan. dan yah, naasnya beberapa orang yang menganggap dirinya yg dapat melakukan itu… harus berakhir diPENJARA.
Apakah agama tidak boleh berkembang?
(ditinjau dari segi logis dan nalar)
Menurut saya BOLEH. hoho. Sebab semua agama (yang “dibawa”) yang bertahan sampai sekarang disadari atau tidak merupakan pengembangan dan hasil kritisi terhadap agama-agama sebelumnya.
(ditinjau dari segi agama)
Boleh, agama yang saya anut menyukai inovasi berdasar logika dan akal. bahkan seorang Guru mengatakan, “Islam itu agama berfikir, Islam itu mudah. Asal jangan dipermudah”-end-
Pendapat saya: memang benar agama saya itu merupakan agama logika dan nalar. Junjungan Pembawa Pesan, adalah seorang yang umi, tidak bisa membaca dan menulis. Tapi, Beliau menggunakan akalnya dan fikirnya dalam setiap tindakan.
Nah, jika sekarang kita hanya bisa, membaca dan menulis (menyalin) dari kitab2 kuno… tanpa menyertakan akal dan fikir untuk menemukan inovasi. Ummm, siapa kita?
BEGIMANE KITE MENYIKAPI PERKEMBANGAN INI?
nah, ini lah poin dari seluruh uraian tak berdasar saya diatas.
Berkembangnya? lakukanlah inovasi sesuka hati tanpa melupakan dasar-dasarnya.
Jika anda mengembangkan sesuatu yang anda anggap baru, jangan bawa-bawa yang lama. Karena, akan menyakiti penganut yang lama.
Untuk penganut yang lama, jangan gunakan tindakan-tindakan anarkis. Bila anda yakin agama anada yang benar, anda harus yakin Pemilik agama itulah yang dapat menjaganya. Sementara kita, kita jaga apa yang dititipkan pada kita. anak-anak kita, keluarga dan sebagainya dari “apa yg jelek menurut kita”.
PAGAR-PAGAR DAN TEMBOK
Pertanyaan timbul, gimana melindungi anak-anak dan keluarga kita?
Bakar saja rumah ibadah mereka! bunuh saja pemimpinnya!
Bukan itu salah.
Ada dua pagar yang dapat digunakan untuk meredam bola bekel yang terus memantul tanpa henti.
Pertama, kita harus mengikatnya dengan benang yang baik dan berkualitas. Sehingga tidak mudah putus. Para pemuka agama hendaknya berperan aktif. Lembaga keagamaan tertinggi jangan menjadi “kodok tuli” hanya menatap kedepan tanpa mempedulikan sekitar. Harus nungg teratainya diusik baru bergerak. Para pemuka agama hendaknya, dapat menyatukan suara. Yaitu SUARA MENG-ESA-KAN TUHAN. Janganlah bertengkar sendiri. Sibuk mengatakan “saya” yang benar,… mereka yang salah.
Lembaga tertinggi (pemimpin) agama harus dekat dengan umatnya. Ketika mengatakan suatu “perkembangan agama salah” mereka harus memagarinya… melingkarinya dengan benang dan mengeratkan ikatannya. Bila bola itu tidak mau diam, tarik lah benang itu sekuat mungkin… hingga bola itu terbelah dua dan berhenti memantul. Agama-harus satu, dan memiliki pemimpin. Itulah SOLUSInya.
HUKUM? MAU DIMANA?
Rantai kapal yang kuat dan kaku hendaknya menjadi pagar umum. Ketika pemikiran pan pengembangan telah mengarah pada tindakan kriminal seperti, pemaksaan, penculikan, pemerasan, intimidasi dan penekanan, tipu daya, hipnotis dan sebagainya. Dan mengganggu ketentraman “umum”, Hukum dapat bersikap menimpakan rantai berat itu pada bola bekel. Sehingga berhenti memantul dan hilang, lenyap dari pandangan. Tapi hal itu tentu akan membuat hal-hal ini terjadi:
- Bila hantaman meleset, bola akan memantul lebih dahsyat. Pemikiran dan tekanan membuat orang berpikir makin radikal
- Bila tepat, bola bekel akan hilang dalam sekejap. tapi tetap ada. Pemikiran itu boleh hilang, tapi masalah akan memendam.
- Bila rantai itu terus menutup bola bekel itu, bola bekel itu akan TERLUPA DAN HILANG.
Mohon maaf, tapi hanya itu yang bisa dilakukan hukum. Hukum tidak akan bisa mematikan bola bekel.
HUKUM TIDAK AKAN PERNAH BISA DIGUNAKAN UNTUK MENGADILI DAN MENGHAKIMI KEYAKINAN
Akhir kata, digunakan rantai atau benang. Bola bekel itu akan tetap ada. apapun yang kita gunakan, api, kayu, batu, rantai, besi, bahkan panah. Pemikiran akan terus ada dan selalu menghantui manusia. Aliran sesat dan semacamnya telah ada sejak lama, si Indonesia. Sejak Syekh Siti Jenar, yang dinyatakan sesat oleh Walisongo. Sampai yang paling santer “Rasull dari Betawi” Ahmad Musaddeq. Bola bekel akan terus memantul dan memantul. Hati-hati lah terhadapnya, suatu saat ia akan memantul dan datang kepangkuan anda.
Hanya IMAN yang dapat melindungi Kita. Perbaharuilah IMAN ANDA SETIAP HARI.
Dengan voucher refill, dua kalimat syahadat. Juga La Illaha Illallah yg kekuatannya tetap sama sampai kelangit, sekalipun diucapkan oleh pendusta dan orang munafik selama ia ‘pernah’ mengucap syahadat. itulah keutamaan yang dimiliki kita MUSLIM.