Warung Rocco90’s


I will be your man
April 19, 2009, 8:22 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan

Now and forever, I will be your man.

 

*,*

You know



Silver Lane
Maret 14, 2009, 12:10 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, cerita, noles

Menipis lagi… sebelum menghilang. Tapi yakinlah, akan datang lagi. Soalnya Dia yang bilang. Umm, Dia? Siapa Dia?

aduh, gimana jawabnya ya? ada yang bilang dia itu, adalah Batas tertinggi daya pikir manusia yang gag mungkin manusia manapun lampaui. Dia itu adalah sesuatu,sebuah,semacam,sesosok,*abstrak* yang menjadi tempat kembalinya semua manusia ketika daya dan kekuatan sudah habis untuk digunakan.

oke,oke, cukup membahas Dia, saya tau yang kamu maksud, orang biasa sebut Dia itu dengan sebutan Tuhan. Iya bukan? sebentar2 sedikit lagi membahas Dia. Dia? tidak, Dia bukan Tuhan. Tuhan hanyalah kata serapan dari kata-kata tuan. Untuk menggambarkan betapa Berkuasanya Dia. Dia itu, sungguh,sungguh,sangat, diatas kata tuan. Lebih.lebih jauh dari tuan. Tidak ada satupun kata yang mampu menggambarkan Dia. dalam sebuah adat mencoba menjelaskan dia, bayangkan sampai 99 nama. dan kesemuanya menggunakan kata Maha. Lihat? betapa hebatnya Dia itu. kata-kata Tuhan, tidak cukup menampung kebesaran Dia.

Baiklah, saya paham tentang apa yang ingin kau arahkan disini. Langsung saja. Apa sebenarnya yang Dia katakan?

Dia berkata, setelah kesukaran pasti ada kemudahan. Dia juga berkata, bahwa nasib orang2 yang berusahalah yang akan berubah. Dia juga berkata, celakalah manusia yang hari ini sama atau bahkan lebih buruk dari hari kemarin.

Yah, saya juga tau kalo tentang itu sih. jadi apa maknanya?

Sebenarnya saya ingin memberi tau, bahwa garis perak yang menipis, dan hilang pasti akan timbul lagi. suatu saat. Kita hanya harus Percaya.

Owh. bgitu. trus?

Trus, Anda itu celaka.

Kok?

Anda paham apa yang Dia katakan. Anda tahu. Anda mengerti betapa berkuasanya Dia. tapi, Anda sekarang masih saja duduk diam di depan komputer tanpa berbuat apapun? saya tanyakan pada Anda, apa yang anda lakukan kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi?

saya,

Tolong dijawab?

Saya kuliah seperti biasa, menemui teman, olahraga,melakukan kegiatan…

stop. itu hanya perbuatan rutin Anda. Anda sama saja seperti kemarin. Anda celaka, dan Anda tahu itu.



Selamat ya
Maret 13, 2009, 8:57 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, noles

Congratulation… have a nice flight dough!



Surat Dari Tuhan
Desember 11, 2008, 9:13 am
Diarsipkan di bawah: Bobotan, cerita, noles

Lama sudah aku kehilangan pegangan. Lama sudah aku kehilangan nama buat Tuhanku,

aku tahu Dia ada. aku tahu Dia disana. aku tahu Dia Melihat Mendengar. aku tahu.

Tak mampu kutemukan nama untuk Tuhanku. Siapa Dia? tak mampu kutemukan alat paling tepat untuk dekat dengan Tuhanku.

Entah mengapa aku sampai seperti ini. Mungkin ini wujud dari kritikku terhadap Tuhan yang bernama. kritikku atas mengapa Ia memilki banyak Nama. Nama apa yang kuambil dan kugunakan sebagai jalan hidupku? ataukah yang utama aku hanya harus percaya pada Tuhan. tak perlulah nama untuk-Nya. karena, nama hanyalah nama.

Kulakukan semua hal. banyak hal. yang membuatku semakin kehilangan Nama buat Tuhanku.

Malam ini. Pukul 3 pagi. Aku terbangun dan merasa muak dengan semua ini. Aku menemui beberapa alat relaksan khas barat, yang benar2 manjur membuatku tenang.

Ketika sedang dalam ke-muak an tingkat tinggi itu. Aku melihat sebuah buku suci, yang dimiliki dari salah satu ajaran dari Tuhan yang bernama Allah.

Kucium buku itu. Kubuka halamannya secara acak. Beberapa kali membuka, semua hanyalah ayat-ayat kosong tentang kisah Nabi-Nabi. tentang binatang.

Sudah mulai putus asa aku. Ku bawa tubuh ini ketempat tidur dan kubawa pula serta buku suci itu. kusandarkan kepalaku kepada bantal. dan mulai kupegang ujung sampul dari buku itu. dan dia membuka dengan sendirinya.

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa-apa yang kamu mintadan memperoleh apa-apa yang kamu inginkan” (Fussilat:31)

“Sebagai penghormatan (bagimu) dari Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”(Fussilat:32)

Semua tuntutan dan kritikanku dijawab Tuhan dalam satu surat pendek. Aku inginkan hal-hal yang Dia larang, Dia bilang tunggu disurga. Aku kehilangan teman dan pegangan hidup, Dia bilang bahwa Dia dan malaikatnyalah pelindungku. Aku kehilangan tujuan hidup dan semangat, Dia bilang nanti di surga akan Dia berikan segala tuntutanku.

Hebatnya Dia. Tak lupa Dia mencantumkan “nama pengirim”. benar-benar serupa surat, “dari Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”

Dan Dia memberikan penghormatan pada hambanya yang hina dan kotor ini.

Aku rasa aku sudah temukan Nama untuknya. Malam ini. Dimalam yang penuh dosa ini. Sebuah malam yang tidak spesial. Dipukul tiga pagi.

Walaupun aku belum sepenuhnya siap dengan Nama ini. Aku tahu, bahwa seluruh dunia harus tahu. bahwa Dia disana. Dan siap memberi jawaban pada siapa saja yang mencari,

Melalui Surat Dari Tuhan

*Jogjakarta, 11/12/2008. 02.57. kubuka Al-Qur’an dengan tubuh berlumur dosa, dengan tubuh yang penuh toksik2 dari barang2 barat yang tidak berguna itu, dengan pakaian yang sungguh busuk bau barat*



SIAL (pt.3)
Juni 26, 2008, 12:41 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi

Hmm, akhir2 ini kita liat masalah BBM kita, yang buntutnya pnajang naujubille.

ck ck ck

Hipotesis saya mengatakan bahwa semua WARGA dari 6 golongan tadi , IS BULLSHIT…

Hahahha, i’m serious douugh!

Ok let see,

Gag ada hubungannya sama postingan sebelumnya.

APINYA ADALAH :

——

DEMO BBM, POLISI MEMUKUL MAHASISWA, MAHASISWA MEMBAKAR MOBIL DAN FASILITAS UMUM, WARGA BERLINDUNG

——

Demo BBm akhir2 ini semakin liar dan ricuh,.,, semua orang saling salah dan mencari pembelaan dan pembenaran masing2…

Akan kita liat, siapa yang salah disini, dan siapa yang benar… kita liat juga siapa yang SIAL.

Statement 1 :

Polisi memukul mahasiswa~

Polisi apapun alasannya tidak boleh melakukan tindakan brutal seperti itu. melakukan pengeroyokan, pemukulan mahasiswa yang sudah tidak berdaya beramai-ramai. melakukan pengejaran, dan pemukulan membabi buta.

Dalam membubarkan demonstrasi, standart prosedur adalah, membubarkan dengan satu. Polisi bergerak beramai2 membuat pagar betis mendekati kerumunan. dan melakukan pembubaran dengan menjaga jarak.

Bukan dengan mengjaaaaaaaaaaaaaaaaar! dan menghajar! Pada saat ini POLISI SALAH!

Mahasiswa Membakar MOBIL PLAT MERAH, MEMBLOKIR JALAN UTAMA.

Apakah boleh?? jawabannya tentu tidak, sekarang kita lihat. mahasiswa merobohkan pagar, membakar ban bekas. bahkan sekalipun aksi damai, kemacetan yang ditimbulkan berkilo2meter panjangnya… trus2, merusak mobil… membakar mobil polisi, melempari polisi dengan batu. melakukan sweepin terhadap warga, apakah itu benar? saat ini, MAHASISWA SALAH!

Warga menyelamatkan diri!

Heellllo! kalian itu para pengecut! yang hanya mementingkan diri sendiri… tidak mau peduli pada kesusahan negara… tak heran bangsa ini semakin bergerak kearah ekonomi kapitalis. Lah, semua orangnya mendahulukan kepentingan pribadi! satu statement menarik, APA GUNA BENZ SEHARGA $ 90.000 KALAU BENSIN LUAR BIASA MAHAL, DAN SEMUA JALANAN RUSAK?

end of part two



Warga Sial, Benar, Salah (pt.1)
Juni 26, 2008, 12:28 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, cerita, nyindir

Hmmm, sebenarnya tulisan ini ingin saya buat bagi kedalam beberapa bagian, tapi mari kita lihat nanti ya… kalo muud nulis saya sedang sangat baik.

==============================================

Definisi Warga

Warga yang saya bahas disini adalah warga Indonesia. Bukan warga-warga yang lain. tapi warga negara Republik Indonesia.

warga ini terdiri dari berbagai macam golongan, kita bagi menjadi dua pemerintah dan non-pemerintah. Bisa juga kita bagi menjadi, kaya miskin. Bisa juga kita bagi, yang berfikir, dan yang tidak berfikir. Tetapi, daripada meributkan pembagian itu, saya akan mencoba menjabarkan beberapa kelompok warga berikut karakteristiknya pada Anda.

Pada kelompok besar pertama, semua yang tidak berfikir. (berfikir ttg negara dan politik)

1. Warga miskin, jumlah mereka paling banyak di Indonesia Raya yang Gemah Ripah Loh Jinawi ini. Tipikal mereka, malas berpikir. Ah, mikirin negara… yah, malah nyapeki… otaku aja gag mudeng ngomongin apa. Yang penting aku makan.

2. Warga Kaya. Jumlah merka tidak kalah banyaknya di Indonesia. Mulai dari juragan kayu, ikan, udang, petani, pekebun, pedagang, dan sebagainya. Mereka ini golongan yang enggan berpifikir. Yah, berhubung otakku cuma satu. mending mikirin perut aja dah. Mereka cuma nyari aman dan egois mementingkan diri sendiri. Cup! gw gag ganggu lo! Lo jangan ganggu gw!

3. Warga pejabat. Yah lumayan banyak, mereka ini. Mauuu dan pengeeen banget berjuang buat rakyat. tapi otaknya gag nyampe. Karena masalah rakyat terlalu runyam, kalo masalah simpel seperti hitung2 uang… ah, mereka masih bisalah.

4. Warga pembantu negara. Banyak, dan susah. Berdedikasi buat negara. akhir2nya kecewa, soalnya digaji kecil. jadi berbuat semaksimal mungkin biar, kerjaan berkurang… seseran didapat.

5. Warga “pemikir”. Bingung kan? pemikir, tapi gag mikir?? Mereka inilah kaum2 PENGAMAT! Lebih suka menyebut dirinya akademisi. Mereka tidak tahu apa2, pada dasarnya. hanya karena mereka berani ngomong. dan selalu keluar pada saat2 insidentil. OMDO, omong doang. Mereka berpikir, dan mengatakan apa yang mereka pikir mereka tau, untuk memikirkan orang2 yang malas berpikir, dan untuk menyaingi orang2 yang berpikir.

6. Warga invis. This is my life, fuck you. Yah begitulah mereka, gag ada otaknya sama sekali.

Going to, kelompok yang berfikir…………

Golongannya sama, 6 itu…

1. Warga miskin, yang berfikir, berfikir terus tanpa upaya.. jadilah mereka penghayal dan akitifis. yang rajin ikut demo dan teriak2… tapi biasanya pemikirannya bisa pindah2 kurang dari dua jam. Soalnya perut mengendalikan otak.

2. Warga kaya, mereka berfikir dengan segala upaya untuk negara. tapi, ketika duit menipis… owh gosh… gag jadi deh… urung niatan… BATAL

3. Warga pejabat. Kasian mereka, mereka ini pastinya gag punya temen. Musuuuuh dimana2… yah gag bisa… dia benar2 berdiri ditengah lingkaran setan, akhirnya? depresi, darah tinggi, stress, jantungan? MATI.

4. Warga pembantu negara. Sial… orang2 yang memilih membantu negara biasanya “malas” berpikir. Yang terpenting! pikirkan negara! that’s it! **dan diri sendiri juga organisasi kita**

5. Warga “pemikir”, usul2nya berbobot… nggak kayak yang “pemikir” diatas… tapi lagi2… sama saja. OMDO. Kalo disuruh maju? “Ah, enggak saya gak berniat dengan dunia seperti itu. saya lebih senang seperti sekrang saja lah… yg tenang dan sedang2 saja” hah! pengecut!

6. Warga invis. Umm, gw gag pernah ketemu mereka. Invis soalnya.

Baiklah end of part one!

Be ready for the next!



Cerita Kak Dewi
April 10, 2008, 10:09 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi, noles, nyindir

BUNGKAM! DIAM! pssst!

hahahaha

Kayaknya Indonesa bakalan balik lagi kejaman jahilliyah!

hahahaha

Kebebasan mendapatkan informasi? ups… udah ada bau2 balik kejaman jahilliyah…

Kritik? hah. Menghina negara…

Menghina negara?? Yah gimana yah… udah ah! Ini warung kopi!! gag usah bahas2 politik

Eh,eh Kak Dewi bawa buku baru… ada dongeng apa kak?

Iya kak dewi punya cerita. Mari kita dengarkan Kak Dewi bercerita:

=================================================

Alkisah disebuah kerajaan ditanah nun jauh disana, hiduplah seorang Raja yang tua renta, tetapi baik hati. Sang Raja begitu murah senyum dan peduli pada rakyatnya. Tapi, sayang sang Raja yang peduli pada rakyatnya tidak tau kalo dia punya rakyat. Yang Sang Raja tau, ada rakyat diluar sana tapi, raja tidak pernah bertemu rakyat.

Sang Raja, hanya sering bertanya pada patih-patih dan kepala-kepala dusun, bagaimana keadaan rakyat. Para patih dan kepala dusun hanya bisa menjawab rakyat baik-baik saja. Karena, tidak mau kena hukum sama raja kalau tau rakyatnya susah.

Yah, begitulah kelakuan para patih dan kepala dusun.

Para patih, hanya bisa mengeluarkan cambuk dan pedang tumpul untuk menghukum rakyat yang memang sudah menderita. Para patih menyalahkan rakyat yang malas, dalam pembangunan puri… sehingga puri keagungan kerajaan tidak selesai-selesai. Bahkan pondasi puri pun terlihat asal-asalan. Padahal rakyat bukan malas, hanya tidak punya tenaga karena makanannya pada nyangkut ditangan mandor dan pamong. Para patih, dengan lagak sotoy (sok tau) seolah-olah dia yang ikut berdiri dilokasi pembangungan, seenaknya melempar pecut dan cambuk kepada rakyat yang bodoh dan dungu.

Para patih ini bisanya hanya mengeluarkan peraturan asal-asalan, supaya kelihatan “kerja” sama Raja. Biar keliatan ada “gregetnya”….

Nah ini cerita para kepala dusun, manakala Raja mengadakan acara makan-makan sebelum pesta berburu. Raja menceritakan sebuah kitab kuno, dengan maksud menambah kearifan para kepala dusun. Eh ternyata ada satu kepala dusun yang tidak menyimak pembacaan kitab. Sang raja murka! apa daya, raja hanyalah tua renta. Bahkan teriakan raja pun, tertelan oleh tawa para patih yang terbahak-bahak, melihat kepala dusun yang tidur. Sering sekali kejadian sang raja murka gara-gara ditinggal TIDUR.

nah ini dia, wong dalem yang paling menjijikkan. Mereka adalah kaum penyihir. Para penyihir ini, senang sekali menghabiskan harta kerajaan, dengan alasan-alasan aneh. Yah mungkin karena pekerjaan mereka juga gaib. Bayangkan mereka pernah, meminta KACA AJAIB, SEBUAH KACA LAYAR DATAR YANG HARGANYA RATUSAN KEPING EMAS, mereka meminta kaca ajaib itu untuk melihat jadwal pertemuan dan rapat. Karena para penyihir ini begitu bodoh sampai-sampai tidak mampu mengingat jadwal mereka sendiri. Akhirnya puri pada penyihir dipenuhi puluhan KACA AJAIB LAYAR DATAR, yang menampilkan jadwal supaya para penyihir tidak terlambat lagi.

hahaha! penyihir memang tidak terlambat. Setelah masuk keruang rapat, mereka langsung mendengkur… dan mencari wangsit. tapi, entah mengapa Sang Raja begitu takut pada para penyihir… mungkin Sang Raja takut mantera pelanggeng kekuasaannya luntur. hoho.

Baru-baru ini ada pengamen sinting yang jalan-jalan kekota. Keibukota kerajaan. Menyanyilah para gelandangan sinting berambut gimbal dan keriting:

“aduduh, e aduh… para penyihir-penyihir kodok! Kalian itu penyikir kodok.

Bisanya makan, sama cari wangsit doang (tidur)…. penyihir-penyihi… la la la la”

ow, ow, ow sayangnya peyihir kira sangat jeli dan perhatian!

Mereka hanya sangat perhatian pada saat NAMA MEREKA DISEBUT, HARTA MEREKA DIUSIK, PERUT MEREKA DIGANGGU.

hahahahaha. Selain itu? KODOK TULI!

Yah, nahas nasib para gelandangan itu. Merekapun langsung dilaporkan penyihir pada pamong. Para pamong yang sebenarnya juga jijik pada penyihir, bingung harus berbuat apa. Karena pamong jijik pada semua orang. Pamong hanya mencintai kaumnya sendiri. Soale pamong iku yo pamong….

Kerajaan itu pun…

===================================

Kak Dewi tidak mampu membaca lagi. Kayaknya ceritanya aneh. Mungkin Kak Dewi salah mengambil buku.

Ketika Kak Dewi melihat sampul buku itu, ternyata dia memang salah. Buku itu berjudul…

“Kerajaan Zamrud Khatulistiwa”

Yah.. bisa2 warung kopi saya ini digusur….

udah dah. Mbak dewi gag boleh dongeng disini dulu… disini lagi musim razia trantib…



Keyakinan -lanjutan bagian 2-
April 10, 2008, 4:12 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi, cerita, noles

SESAT DAN TIDAK SESAT

Siapakah yang berhak menentukan sesat dan tidak sesat? Islam dianggap sesat dan ditentang pada awal perkembangannya. Begitu juga dengan agama-agama lain. (terkecuali, Hindu yang menjadi “agama” tertua akan tetapi tetap mendapat kritik dari agama setelahnya Budha. Yah berhubung ini masalah sejarah dan saya tidak terlalu paham… maka saya anggap ini hanya intermezo)

Kembali kepertanyaan, SIAPAKAH YANG BERHAK SESAT? (dalam konteks agama *bukan pengembangan agama)

Jika kita belajar dari sejarah dan masa lalu kita tidak dapat mengatakan suatu “agama baru” itu sesat…

Sekarang semua orang dapat menuhankan siapa saja… Artis? Selebriti? Materi? Tokoh Adat? Ayahnya? Ibunya?

atau memilih sendiri Tokoh2 Masa Lalu, menuhankan Hittler? yah, terserah.

Toh waktu yang akan mengujinya.

BAB II – PENGEMBANGAN AGAMA

Di Indonesia pengembangan agama sering dilihat sebagai bentuk “penistaan” agama. Agama diIndonesia tidak boleh “dikembangkan” karena ada HUKUM YANG DISEBUT PASAL PENISTAAN AGAMA. Hukuman terhadap “penista” tidak main2… penjara!

NEGARA VS AGAMA

Manakala negara ikut campur dalam urusan agama. Saya selalu melihatnya sebagai bentuk “ketimpangan”…

AGAMA HARUS IKUT CAMPUR DINEGARA, tapi NEGARA TIDAK PERLU IKUT CAMPUR DI AGAMA.

nah lo? (hahahhaa, itu murni pemikiran gw…)

Ketika negara menyatakan sesuatu salah, dari kacamata hukum yang notabene dibuat oleh MANUSIA yang penuh kesilapan dan kealpaan. Sudah pasti akan banyak sekali pihak yang dirugikan. Hukum (negara) itu bersifat kaku. Sementara, pikiran dan ide-ide bersifat lentur. Mengikat bola bekel dengan rantai? Hasilnya nihil…

Ikatlah bola bekel dengan benang, pasti bisa. Bola tetap memantul, tapi gag kemana-mana.

Pemikiran itu seperti bola bekel, hukum itu seperti rantai yang kaku dan keras, agama itu seperti benang yang mengikat dengan kelembutan. Benang bersifat fleksibel, kadang bisa bikin geli2 kadang bisa ngiket, bahkan terkadang dapat pula digunakan MEMOTONG.

Hukum vs Agama?

Entah mengapa, saya menganggap. Tidak klop, kalau hukum harus ikut campur di urusan agama. Biarlah agama mengurusnya dengan caranya sendiri. Kalau memang suatu ajaran itu benar datangnya dari Tuhan. Maka biarkanlah Ia yang menjaganya. Hukum (negara) memiliki aturan main yang berbeda dengan agama. Saya menganggap, Pasal Penistaan Agama harus segera ditinjau ulang. Itu merupakan Pasal Karet (Tempo,2007). Pasal yang bisa digunakan suka-suka sesuai siapa yang mau menggunakannya…

PENGEMBANGAN AGAMA=SESAT, TIDAK SESAT=TIDAK BERKEMBANG ?

Akhir-akhir ini sering kita lihat, sebuah agama mayoritas di Indonesia banyak diselipi dan ditumbuhi jamur2 “inovasi”. Banyak “aliran-aliran” bermunculan dan setiap kemunculannya pasti menyedot perhatian. Anggota-anggotanya pun banyak sekali, dan kebanyakan dari kaum muda. Yang biasanya menyukai hal-hal baru, senang tampil berbeda, menyukai kritik, terkadang suka “kiri” supaya terlihat ekstrim dan gagah

(*termasuk saya. hehehe)

Orang-orang yang mengembangkan agama, menganggap agama lama mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sebagian lain, menganggap agamanya perlu angin segar. Perlu sedikit perubahan. dan yah, naasnya beberapa orang yang menganggap dirinya yg dapat melakukan itu… harus berakhir diPENJARA.

Apakah agama tidak boleh berkembang?

(ditinjau dari segi logis dan nalar)

Menurut saya BOLEH. hoho. Sebab semua agama (yang “dibawa”) yang bertahan sampai sekarang disadari atau tidak merupakan pengembangan dan hasil kritisi terhadap agama-agama sebelumnya.

(ditinjau dari segi agama)

Boleh, agama yang saya anut menyukai inovasi berdasar logika dan akal. bahkan seorang Guru mengatakan, “Islam itu agama berfikir, Islam itu mudah. Asal jangan dipermudah”-end-

Pendapat saya: memang benar agama saya itu merupakan agama logika dan nalar. Junjungan Pembawa Pesan, adalah seorang yang umi, tidak bisa membaca dan menulis. Tapi, Beliau menggunakan akalnya dan fikirnya dalam setiap tindakan.

Nah, jika sekarang kita hanya bisa, membaca dan menulis (menyalin) dari kitab2 kuno… tanpa menyertakan akal dan fikir untuk menemukan inovasi. Ummm, siapa kita?

BEGIMANE KITE MENYIKAPI PERKEMBANGAN INI?

nah, ini lah poin dari seluruh uraian tak berdasar saya diatas.

Berkembangnya? lakukanlah inovasi sesuka hati tanpa melupakan dasar-dasarnya.

Jika anda mengembangkan sesuatu yang anda anggap baru, jangan bawa-bawa yang lama. Karena, akan menyakiti penganut yang lama.

Untuk penganut yang lama, jangan gunakan tindakan-tindakan anarkis. Bila anda yakin agama anada yang benar, anda harus yakin Pemilik agama itulah yang dapat menjaganya. Sementara kita, kita jaga apa yang dititipkan pada kita. anak-anak kita, keluarga dan sebagainya dari “apa yg jelek menurut kita”.

PAGAR-PAGAR DAN TEMBOK

Pertanyaan timbul, gimana melindungi anak-anak dan keluarga kita?

Bakar saja rumah ibadah mereka! bunuh saja pemimpinnya!

Bukan itu salah.

Ada dua pagar yang dapat digunakan untuk meredam bola bekel yang terus memantul tanpa henti.

Pertama, kita harus mengikatnya dengan benang yang baik dan berkualitas. Sehingga tidak mudah putus. Para pemuka agama hendaknya berperan aktif. Lembaga keagamaan tertinggi jangan menjadi “kodok tuli” hanya menatap kedepan tanpa mempedulikan sekitar. Harus nungg teratainya diusik baru bergerak. Para pemuka agama hendaknya, dapat menyatukan suara. Yaitu SUARA MENG-ESA-KAN TUHAN. Janganlah bertengkar sendiri. Sibuk mengatakan “saya” yang benar,… mereka yang salah.

Lembaga tertinggi (pemimpin) agama harus dekat dengan umatnya. Ketika mengatakan suatu “perkembangan agama salah” mereka harus memagarinya… melingkarinya dengan benang dan mengeratkan ikatannya. Bila bola itu tidak mau diam, tarik lah benang itu sekuat mungkin… hingga bola itu terbelah dua dan berhenti memantul. Agama-harus satu, dan memiliki pemimpin. Itulah SOLUSInya.

HUKUM? MAU DIMANA?

Rantai kapal yang kuat dan kaku hendaknya menjadi pagar umum. Ketika pemikiran pan pengembangan telah mengarah pada tindakan kriminal seperti, pemaksaan, penculikan, pemerasan, intimidasi dan penekanan, tipu daya, hipnotis dan sebagainya. Dan mengganggu ketentraman “umum”, Hukum dapat bersikap menimpakan rantai berat itu pada bola bekel. Sehingga berhenti memantul dan hilang, lenyap dari pandangan. Tapi hal itu tentu akan membuat hal-hal ini terjadi:

  1. Bila hantaman meleset, bola akan memantul lebih dahsyat. Pemikiran dan tekanan membuat orang berpikir makin radikal
  2. Bila tepat, bola bekel akan hilang dalam sekejap. tapi tetap ada. Pemikiran itu boleh hilang, tapi masalah akan memendam.
  3. Bila rantai itu terus menutup bola bekel itu, bola bekel itu akan TERLUPA DAN HILANG.

Mohon maaf, tapi hanya itu yang bisa dilakukan hukum. Hukum tidak akan bisa mematikan bola bekel.

HUKUM TIDAK AKAN PERNAH BISA DIGUNAKAN UNTUK MENGADILI DAN MENGHAKIMI KEYAKINAN

Akhir kata, digunakan rantai atau benang. Bola bekel itu akan tetap ada. apapun yang kita gunakan, api, kayu, batu, rantai, besi, bahkan panah. Pemikiran akan terus ada dan selalu menghantui manusia. Aliran sesat dan semacamnya telah ada sejak lama, si Indonesia. Sejak Syekh Siti Jenar, yang dinyatakan sesat oleh Walisongo. Sampai yang paling santer “Rasull dari Betawi” Ahmad Musaddeq. Bola bekel akan terus memantul dan memantul. Hati-hati lah terhadapnya, suatu saat ia akan memantul dan datang kepangkuan anda.

Hanya IMAN yang dapat melindungi Kita. Perbaharuilah IMAN ANDA SETIAP HARI.

Dengan voucher refill, dua kalimat syahadat. Juga La Illaha Illallah yg kekuatannya tetap sama sampai kelangit, sekalipun diucapkan oleh pendusta dan orang munafik selama ia ‘pernah’ mengucap syahadat. itulah keutamaan yang dimiliki kita MUSLIM.



Keyakinan -Sebuah tinjauan terhadap aliran sesat-
April 10, 2008, 2:59 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi, cerita, nyindir

Saya berencana untuk menulis tentang ini dalam beberapa bagian… Semoga ini bisa menjadi bagian pertama dan saya masih bisa mempertahankan konsistensi untuk terus melanjutkan pembahasan ini sampai tuntas.

Kenapa saya tergerak untuk menulis tentang ini?

Sebenarnya rasa prihatin dan cemas terhadap banyaknya aliran sesat di Indonesia yang mengulik benak saya…

“hei, mereka yang berteriak sesat. Apakah kalian berkaca? Kalian ini juga sesat”

Saya merasa, ada yang salah dengan Indonesia. Disaat yang sama, kita dapat berteriak pada orang yang:

  1. Hanya solat malam saja (AlQiyadah)
  2. Pada orang yang sholat dua bahasa
  3. Pada orang yang meyakini Jibril dan Isa baru (Lia Eden)
  4. Pada orang yang “berbeda”
  5. Pada orang bercalana cingkrang
  6. Pada wanita bercadar
  7. Pada orang2 yang sering ngumpul “pengajian”
  8. Memiliki komunitas “keagamaan” sendiri
  9. pada orang yang menyukai privasi dan kesendirian

Disaat yang sama kita memilih DIAM atau bahkan MEMBENARKAN orang-orang yang:

  1. Menghabiskan malamnya di nightclub
  2. Tidak pernah sholat
  3. sholat sekali-kali asal sempat
  4. Pada orang yang Tidak Mengakui TUHAN
  5. Pada orang yang tidak bercelana (free sex, kumpul kebo dan sebagainya)
  6. Pada wanita-wanita telanjang
  7. Memiliki komunitas gossip, arisan, “pengajian” (pamer Busana Muslim baru, dan Perhiasan)

Kita tutup mata dan menganggap “Ah, itu sudah biasa”.

Sedih dan miris melihat hal itu…. ada beberapa pertanyaan yang sulit terjawab. saya berharap dapat terjawab seiring tulisan ini mengalir…

APAKAH ITU KEYAKINAN?

Keyakinan atau iman ? Bisakah diadili ? Dapatkah kita mengatakan dan membakukan BAHWA AGAMA HANYA ADA LIMA!

Ini yang menurut saya membuat kehidupan beragama di Indonesia CACAT!

Keyakinan seseorang tidak dapat diadili, dan ditentukan benar salah. Yang menurut saya benar, menurut penganut lain salah. Oke, nanti akan kita masuk lebih dalam

PERTANYAAN PERTAMA : LIMA AGAMA (ANEH??)

Indonesia mengakui LIMA AGAMA benar. Nah, disini letak keanehan menurut saya, Andaikata kita mengakui SATU agama… maka, yah wajar saja. Karena kita mengakui SATU.

Kalau menurut saya kita mengakui LIMA AGAMA – MAYORITAS. Karena, ada lima agama mayoritas, maka kita akui. Tapi, kita tidak boleh menutup mata dan menganggap MINORITAS ITU TIDAK ADA.

Dalam hal ini saya belum akan menyentuh ttg pengembangan agama (aliran sesat) tapi akan membahas agama-agama minoritas. Seperti penganut animisme, penganut agama-agama tradisional di JawaBarat, dan sebagainya. Diskriminasi dan hinaan pada mereka terus dilakukan. Dalam membuta KTPpun sulit…

Yah, sekarang gini. Misalkan kita ikut membenarkan AGAMA ITU HANYA ADA LIMA. Pertanyaannya…

Kita ini siapa? NABI? TUHAN?

HUKUM LAH yang membuat Indonesia memiliki LIMA agama… nah, siapakah HUKUM??

Apakah hukum memiliki pikiran sendiri? Apakah hukum merupakan suatu NILAI BENAR?

SEJATIKAH HUKUM??? Bentuknya saja nggak ada, gimana mau nyata… Hukum itu buatan MANUSIA. Dan dengan kita membatasi AGAMA HANYA LIMA, berarti manusia telah berani membatasi kekuasaan “tuhan”.

PERTANYAAN KEDUA : HARUSKAH AGAMA DIBATASI DAN DIBUAT HUKUM YANG AJEG?

Yah, gimana ya… Agama memiliki peraturan dan hukumnya sendiri. Untuk melakukan DAULAT kedalam…

Agama yang “benar” menurut saya… akan memiliki sebuah sistem dan cara yang teruji oleh waktu sehingga agama itu dapat bertahan hingga ribuan tahun dan menyebar keseluruh penjuru dunia dan memiliki jutaan penganut.

Bisakah kita membatasi,  bahwa “sekarang” adalah akhir waktu??? Bagaimana jika pemimpin PENYEMBAH BERHALA pada masa Arab dulu mengatakan STOP INILAH AGAMA KITA,SEGINI DAN GAG BOLEH NAMBAH.

Alhasil, Islam dicerca dan dihina. Perkembangannya ditelikung sana-sini. Begitu juga dengan Pembawanya, Rasul.saw/

Budha? Juga sama, mengalami banyak tekanan. Hinaan, hadangan dan sebagainya.

Apakah sudah menjadi hukum alam, setiap agama baru harus “diuji” dengan cacian bahkan taruhan nyawa?

-end of part 1-



Kita Sering Nanya Ini… (a tribute to kue-kesukaanku)
Maret 31, 2008, 8:30 am
Diarsipkan di bawah: Bobotan, cerita, noles, nyindir

Ini ada tujuh pertanyaan yang dikasih ama sebuah kue bulet berisi gula merah, yang dibalur kelapa… warnanya ijo putih…
hoho ^.^

Saya suka kue ini! ahahahaha
Ini pertanyaannya:
n.b: beberapa pertanyaan dijawab dengan logika bodoh saya (jangan percaya semua yg anda baca ^*^)

1. Kenapa saya harus beragama?
Jawabannya adalah, setiap manusia memerlukan peraturan untuk menjadi makhluk sosial yang teratur. Bahkan didalam hutanpun, ada peraturan. Hukum Rimba (misalnya)
hehe. Dan agama, adalah salah satu bentuk perangkat hukum yang paling kuno yang ada dan tercatat dimuka bumi ini.
Itu bahasa kasarnya lo…

Secara halus dapat diartikan, agama menjadi pagar-pagar pembatas dan menjaga keteraturan untuk membela yang lemah dan menyamaratakan semua makhluk, agar semua senang.
(yah, nggak akan saya jawab agama mana yang benar. Karena kalo mau nyangkut agama, the answer is only one : IMAN, dan jangan pernah bertanya lagi. hehehe)

2. Untuk apa saya hidup?
Benarkah kita hidup? andai kita mampu menjawab pertanyaan ini, berarti kita telah menyingkap rahasia terbesar alam semesta.
Apakah Anda yakin ketika Anda membaca blog ini, Anda tidak sedang bermimpi?

Yah, anggaplah kita ini hanya boneka yang dibangkitkan didalam kotak kehidupan untuk menjalankan peran masing-masing.
Jadi, mari kita jalani peran kita dengan sebaik-baiknya.

Bukan untuk memuaskan Sang Pencipta, karena demi matahari langit dan bulan, Dia tidak membutuhkan sesuatu apapun dari kita.

3. Siapa sebenarnya kita?
Siapa kita? Kembali kepertanyaan nomer 2.
Kita tidak akan pernah tau siapa kita.

“Manusia itu, berangkat dari ketidaktahuan menuju ketidaktahuan, dalam rangka mencari tahu”

Tau ketika kita dilahirkan? Tau kapan kita mati?

Yah, moon maap ni mas. Pertanyaan ini juga merupakan rahasia besar, yang hanya bisa dijawab diakhir kehidupan.

**Kalo sekedar mau tau, liat KTP aja… *piss, kidding*

4. Apa jadinya jika aku terlahir di pedalam yang sampai aku mati tidak tahu apa itu Islam, Kristen, Hindu dan agama yang lain? Apa aku masuk neraka?

Jawabannya TIDAK. Tenang saja…. Jangan takut dengan konsep,

“kamu nggak ikut aku, kamu masuk neraka”… karena bisa2 kiat semua masuk neraka! haha. Yg islam masuk neraka kristen. yg kristen masuk neraka islam dan sebagainya…
hoho ^^

Kembali kepertanyaan, Setiap manusia telah memiliki “aturan” (baca:agama) yang berjalan dengan alamiah dikehidupannya…

Itu sebabnya, kita bisa menentukan orang itu jahat? baik? dan sebagainya…

Nah, kita semua “menjunjung” sesuatu… Yang beragama menjunjung Sesuatu Yang Dinamakan Tuhan, ada yang Jalan, ada yang menjunjung Dewa, Arwah, Roh, dan sebagainya… but, the main point is still the same… kita menyembah “Sesuatu”.

Dalam agama yang saya anut, diyakini :
“semua ‘agama’ itu benar, menurut pemeluknya masing-masing”

*Sengaja saya kutip kata ‘agama’, karena bagi orang pedalaman mungkin ‘itu’ tidak bernama agama.

Jadi tenang, menurut agama yang saya yakini, Tuhan Itu Maha Adil, Dia juga Mengetahui Segalanya.

5. Bisakah saya jelaskan apa itu agama?
Sudah dibahas diatas

6. Kenapa Tuhan tidak langsung memberikan HidayahNya kepada manusia supaya tidak ada pertentangan dan kekacauan.
7. Bila semua masalah bersumber dari setan, kenapa dia tidak Tuhan matikan saja?

Akan saya jawab langsung dua2nya…

Dalam Agama saya, Tuhan itu Maha Mengetahui.

Begitu juga tujuan-Nya menciptakan Setan.,,,
Kenapa dulu Tuhan menciptakan Setan, bila tahu setan akan membangkang dan mengganggu manusia?

Jawabannya adalah:
Tuhan menciptakan setan untuk memberi pelajaran bagi Adam dan anak2nya. Bahwa,
“barang siapa yang sombong?”
“Barang siapa yang nggak nurut sama Aku”

akan ada hukumannya!

Nah, jadi jelas bahwa semua yang Tuhan ciptakan ada gunanya.

Hidayah?
“Tuhan akan memberi Hidayah, pada siapa-siapa yang Ia Kehendaki”

Apakah Tuhan tidak adil?
Jawabannya tidak, Ia sangat adil… Siapa-siapa yang Ia kehendaki, adalah orang-orang yang mau mencari, dan mau nurut sama Tuhan.

Ia adil, kalo orangnya gag mau nurut… suka bandel…. ya untuk apa?
Tapi andai kata orang itu mau berfikir, dan mencari. Ia akan mendapatkan Hidayah (karena Tuhan juga Maha Pengasih)

Nggak ada kisahnya, seorang jahat tiba2 langsung jadi baik.
Pasti ada bagian2 yang (mungkin) nggak diceritain sama orang itu.

Mungkin ia sempat melihat suatu peristiwa yang membuat dia “berfikir” atau mungkin dia merasa jenuh pada keadaanya dan mencoba “mencari” dan “berfikir”. Nah, saat itulah Tuhan Menurunkan Hidayah-Nya…

Tuhan sangat adil bukan???
:D ini deh analoginya: mana yang lebih adil? orang dibayar berdasar prestasi kerjanya? ato dibayar sama rata? asal dia masuk kerja dibayar? hehehe

=========================================================================
Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui kebenaran sejati,
Ampuni Hamba-Mu bila telah lancang.
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, dan Sang Maha Pembolak-Balik Hati.

Barakallahufiek
Wallahua’lam bishawab