Lama sudah aku kehilangan pegangan. Lama sudah aku kehilangan nama buat Tuhanku,
aku tahu Dia ada. aku tahu Dia disana. aku tahu Dia Melihat Mendengar. aku tahu.
Tak mampu kutemukan nama untuk Tuhanku. Siapa Dia? tak mampu kutemukan alat paling tepat untuk dekat dengan Tuhanku.
Entah mengapa aku sampai seperti ini. Mungkin ini wujud dari kritikku terhadap Tuhan yang bernama. kritikku atas mengapa Ia memilki banyak Nama. Nama apa yang kuambil dan kugunakan sebagai jalan hidupku? ataukah yang utama aku hanya harus percaya pada Tuhan. tak perlulah nama untuk-Nya. karena, nama hanyalah nama.
Kulakukan semua hal. banyak hal. yang membuatku semakin kehilangan Nama buat Tuhanku.
Malam ini. Pukul 3 pagi. Aku terbangun dan merasa muak dengan semua ini. Aku menemui beberapa alat relaksan khas barat, yang benar2 manjur membuatku tenang.
Ketika sedang dalam ke-muak an tingkat tinggi itu. Aku melihat sebuah buku suci, yang dimiliki dari salah satu ajaran dari Tuhan yang bernama Allah.
Kucium buku itu. Kubuka halamannya secara acak. Beberapa kali membuka, semua hanyalah ayat-ayat kosong tentang kisah Nabi-Nabi. tentang binatang.
Sudah mulai putus asa aku. Ku bawa tubuh ini ketempat tidur dan kubawa pula serta buku suci itu. kusandarkan kepalaku kepada bantal. dan mulai kupegang ujung sampul dari buku itu. dan dia membuka dengan sendirinya.
“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa-apa yang kamu mintadan memperoleh apa-apa yang kamu inginkan” (Fussilat:31)
“Sebagai penghormatan (bagimu) dari Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”(Fussilat:32)
Semua tuntutan dan kritikanku dijawab Tuhan dalam satu surat pendek. Aku inginkan hal-hal yang Dia larang, Dia bilang tunggu disurga. Aku kehilangan teman dan pegangan hidup, Dia bilang bahwa Dia dan malaikatnyalah pelindungku. Aku kehilangan tujuan hidup dan semangat, Dia bilang nanti di surga akan Dia berikan segala tuntutanku.
Hebatnya Dia. Tak lupa Dia mencantumkan “nama pengirim”. benar-benar serupa surat, “dari Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”
Dan Dia memberikan penghormatan pada hambanya yang hina dan kotor ini.
Aku rasa aku sudah temukan Nama untuknya. Malam ini. Dimalam yang penuh dosa ini. Sebuah malam yang tidak spesial. Dipukul tiga pagi.
Walaupun aku belum sepenuhnya siap dengan Nama ini. Aku tahu, bahwa seluruh dunia harus tahu. bahwa Dia disana. Dan siap memberi jawaban pada siapa saja yang mencari,
Melalui Surat Dari Tuhan
*Jogjakarta, 11/12/2008. 02.57. kubuka Al-Qur’an dengan tubuh berlumur dosa, dengan tubuh yang penuh toksik2 dari barang2 barat yang tidak berguna itu, dengan pakaian yang sungguh busuk bau barat*
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
hmm,,
dalam perjalanan kehidupan ini yang namanya”lagi sadarnya”!
semoga kita bisa menyeimbangkan antara batin dan lahir, hehe,
*siru nyn bahaso aku!
brp ikok sih blog kk ni ?
Komentar oleh wahyu Desember 11, 2008 @ 6:28 pmmaalllu aku bacanya aku aja ngersa…..
Komentar oleh omiyan Desember 15, 2008 @ 2:03 pm