Warung Rocco90’s


Titik Nol
Agustus 17, 2008, 12:49 am
Diarsipkan di bawah: noles

Aku berjanji, bukan pada alam, bukan pada Tuhan, bukan pada bintang, bukan pada langit, bukan pada siapapun, bukan pada apapun.

Ini janji bukan sembarang janji, ini titik bukan asal titik. Ini nol bukan asal nol. Nol itu awal, awal dari segalanya.

Semua itu telah berawal, dan saatnya ini berakhir.

Untuk siap memulai awal baru dan akhir baru.

Thx

For everything that U gave me. Thankyou.



Puanaaaaaaas!
Agustus 12, 2008, 2:24 pm
Diarsipkan di bawah: Uncategorized | Tag:

gag bisa ngomong apa-apa lagi…

JOGJA SIANG INI PUANAAAAS!



Ayo NgeBLOG
Agustus 7, 2008, 11:26 am
Diarsipkan di bawah: cerita, noles

Masih tentang ini pagi. Melihat acara-acara di televivi, televisi koreksi. Ada berita tentang artis-artis yang ramai-beramai membuat apa yang dinamakan BLOG. Apa itu blog? Blog adalah sebuah teknologi, teknologi adalah alat kecanggihan bahasa lainnya, blog adalah sebuah tempat, media, ruang, untuk berekspresi. Itu sih kata orang, kalau kata saya blog bukan tempat berekspresi. Tapi tempat menulis, soalnya tempat berekspresi adalah disebuah tempat yang ada layar perak panggung gerak… nanana ekspresikan diri! mari berkarya… dalam puisi dan lagu.. musik dan tari… hah. dan yang begitulah.

Jadi, kamu saya suruh berteriak “Kembali ke LAP~TOP!” Maka sayapun kembali ke laptop, masuk dan menyelam dalam laptop. yah yah, sudah sudah tidak usah kita bahas panjang-panjang.

Ada sarah azahari, saya ingat betul namanya dan saya sebutkan pertama, yah kamu tahulah kira-kira apa motivasi saya meletakkannya pada posisi itu, lalu ada mantan putri Indonesia yang pintar, yang salah menyebut city dan country kalau kamu mau tahu, dan karena kesalahan itulah, dia menjadi satu-satunya putri Indonesia yang sampai saat ini saya ingat namanya dan saya ingat gelarnya. Dan ada satu lagi wanita yang saya tidak tahu siapa namanya, tidak ingat lebih tepatnya.

Mereka beramai-ramai membuat blog, dan mengatakan bahwa itu adalah hobi baru mereka, untuk kip in tach, tetap bersentuhan dan kalau diartikan dipegangi (dipengangin) terus oleh para fans. fans adalah orang yang menggilai atawa menggandrugi (menggandrungin??) itu orang yang punya nama besar, mereka yang membesarkan nama orang lain, tanpa memedulikan namanya sendiri, memuja orang yang bahkan ia tidak kenal.

Yah sudah lah, terserah mereka.  Mau buat blog, mau buat rumah, mau buat masakan, mau buat lagu, mau buat baju, terserah. Selama jangan buat ribut, dan buat saya tersinggung. Maka sah-sah saja. Kalau mau buat rusuh dan ricuh, juga silahkan saja. yang penting jangan buat saya rugi.

hahahahahaha



Terdampar di NO WER
Agustus 7, 2008, 10:38 am
Diarsipkan di bawah: cerita, noles

Pagi ini, dipagi yang biasa ini, saya terbangun disebuah tempat yang sebenernya saya tahu itu dimana. Saya bilang no wer, kalo kamu bisa inggris, bahasa inggris maksud saya, kamu pasti ngerti arti istilah nower yang saya buat. No wer itu berarti bukan dimana-mana, dimana-mana bukan, tak tahu dimana, dimana tidak tahu. Yah seperti itulah, tapi sebaiknya tidak usah kita bahas panjang-panjang, karena bukan mengenai itu saya mulai menulis pagi ini.

Tadinya saya ingin menulis tentang keadaan dan posisi saya saat ini yang terdampar, sebenarnya kata ter kurang tepat, soalnya kalau mau dibenarkan saya ini mendamparkan diri. Bukan tanpa sengaja di damparkan. Saya berada disebuah daerah diantara Lampung dan Palembang. Agak heran sesungguhnya ada warnet yang cukup bagus dan re-presentatiph ditengah belantara alam jauh. Hah! Sebuah bahasa yang aneh.

Oke, oke, anggaplah kamu itu tukul dan kamu berkata “Kembali Ke Lap~ TOP!” maka dengan segera saya akan kemabli ke pokok atawa inti dari persoalan. Barusan, baru ini, baru saja, ada tiga lelaki, remaja tepatnya. Remaja pria kalau mau jelas, pakai itu seragam sekolah. Dia bolos kalau kamu mau tahu. Dia minggat alias mangkir dari sekolahnya. Kenapa? Kenapa saya tahu dia mangkir? Pertama, karena ini masih jam sekolah dan dia berada di warnet. kedua, mereka baru saja, tadi! barusan! Diteriaki sama ini yang punya warnet! “Woi. Bolos aja kalian ini!” Sebenarnya tidak seperti itu, tapi yah kira-kira itulah maksud dari itu orang yang bilang tadi, bilang dengan lagak dia yang punya warnet, maka dari itu saya berkesimpulan bahawa dia yang punya ini warnet.

Yah, jadilah tiga orang tadi langsung pergi dari warnet ini dan meninggalkan saya sendiri dalam kesendiri, tentunya, soalnya kalau seharusnya saya sendiri tapi merasa ada yang dekat dan memperhatikan saya? owh, sudah sepatutnya saya takut. Karena menganggap sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Bahasa mudahnya. ada HANTU. hahahaha.

Yah, ini yah ketiga yang mungkin kalo saya tidak salah telah kamu temukan dalam membaca tulisan ini. Apakah salah? tentu tidak, ini kan blog saya. Ya suka-suka saya dong mau nulis apa. Apa saja! haha

Yah, sudahlah kalau begitu ada baiknya saya mengganti ke halaman kosong saja. Karena, teringat sesuatu yang ingin saya kometari. Umm, mengapa ada baiknya? tentulah! soalnya kalau ada buruknya, ya untuk apa? kita kan sebagai makhluk Tuhan harus berlomba-lomba mencari kebaikan. Betul kan?



Ngenet diSamping UNSRI
Agustus 6, 2008, 9:20 am
Diarsipkan di bawah: cerita, noles

Sedari tadi saya duduk di warnet ini, sekalian menghabiskan waktu. sambil berusaha, menunggu terjadinya hal aneh. Sebenarnya, saya kurang ikhlas kalo mau menciptakan keanehan. Alangkah baiknya, saya menunggu orang yang berbuat aneh. Biar bisa saya komentari, biar bisa saya tertawa. Hei, pandang dari sisi positifnya. Saya ini bermaksud agar supaya, orang lain yang mendapat pahala dan kebaikan.

haha

Haha, itu adalah tawa. Ekspresi tawa kalo kamu mau tahu. Kalo nggak mau tahu yang nggak apa-apa. Dirumah saya masih ada tempe dan telur. Kamu mau?

Apapun jawaban kamu, nggak akan saya kasih. Pertama tempe, tahu, dan telur telah saya makan dan saya habiskan pada saat sarapan tadi. Bukan saya pelit atau tidak mau memberi. Kedua, kesalahan ada pada kamu yang tidak bilang dari tadi kalo mau minta. Harusnya kamu bilang, mau apa tidak. Supaya saya tidak lantas bingung dan menerka-nerka. apakah kamu mau minta atau tidak.

Yah sudahlah, nampaknya itu memang bukan rejeki kamu. Eh, benarka terjadi hal yang aneh! sebenarnya tidak ada yang aneh didunia ini, hal itu mngkin hanya tidak sesuai dengan kebiasaan. Semisal, kalau saya katakan ada oang yang datang ke warnet, tapi tidak mengakses internet. Dia lantas duduk dibelakang meja komputer dan mengeluarkan sebotol minuman dan sapu tangan.

Ia minum dari botol itu, yang saya yakini isi dari botol itu adalah berbeda alias PALSU! Mungkin kamu kira aku ini hebat dan punya indra keenam, tapi sadarilah kamu juga pasti akan mengetahuinya. Karena, itu botol punya judul Green TEA, tapi bila mata saya tidak salah, dia tadi menenggak air putih! gila! Orang itu benar-benar telah tertipu! Mungkin dia kurang paham ya, kalo green tea itu artinya teh hijau. Yang harusnya berwarna, hijau.

Baik, kembali lagi ke orang tadi. Yang masih duduk ditempat yang sama dengan yang tadi. tapi sekarang ia sudah menutup botol, yang berisi air palsu tadi, dan menyeka mulutnya dengan handuk kecil yang dipegangnya. Saya perhatikan ia tidak kunjung juga membuka halaman internet. Atau melakukan aktivitas yang membutuhkan koneksi internet.

Aneh kan? Benar-benar aneh. Hampir 15  menit dia tidak kunjung mengakses internet. Padahal ini adalah warnet, yang kalo kamu belum tahu adalah singkatan dari warung INTERNET! Lihat, dia masih diam saja.

Sekarang dia memulai percakapan dengan orang disebelahnya yang sedang main komputer. Aaah! aku tahu! pasti itu orang iseng saja, mau mengganggu orang lain yang sedang main internet. Akan tetapi, memang indonesia ini tanah yang ramah. Mereka malah ngobrol dan akrab. Ah, seperti teman saja.

Bahkan, kalo kamu mau tau. orang yang tadi diajak bicara sama si orang iseng, memberinya uang yang cukup banyak! Sangat banyak bahkan. Ini pasti transaksi narkoba!! Gila, sungguh aneh!

Kudekati mereka, dan kutanya

“Mas, kok uangnya dikasih ke si mbak?” mereka kaget dan bingung!

“Iya mas, mau dihitung uangnya” itu si Mas yang ngomong. “AHA! kalian ini pasti mau jualan narkoba!”

Itu mbak punya mata langsung melotot dan terkejut! “Saya kasir mas” itu gadis bilang kalo dia itu kasir.

Dan ini adminnya, yang dia maksud itu mungkin sang lelaki yang tadi memberinya uang.

Ahh, aku tahu. Pasti ini adalah tipu muslihat mereka. Aku kembali duduk dibilikku, dan mulai menulis blog lagi.

**Apakah yang kamu pikirkan sama dengan yang aku pikirkan?



Bangkit Kembali
Agustus 6, 2008, 8:30 am
Diarsipkan di bawah: cerita, noles

Dengan ini. Saya suatu makhluk yang tidak nyata dan fana, yang gantewng tapi rupawan. Yang tidak sombong, karena semua orang sudah cukup tahu bahwa saya ganteng.

Setelah merenung dan mengamati warung saya ini. Yang seperti pendahulunya, yang di blogspot kalo kamu mau tahu, yang bekgraunnya coklat, yang judulnya rocco juga, yang, ahh sudah lah, tak usah kita bahas banyak-banyak.

Kembali ke resolusi saya, lebih tepat sebenarnya kalo saya sebut dengan rencana, apa itu? itu, yang saya katakan diatas. Lo? bukannya saya belom berencana, eh beresolusi, apa-apa diatas?

Oh iya, mari kita lanjutkan. Saya ingin kembali membangkitkan warung ini dengan cita-cita dan semangat baru. tentunya dengan bilik baru, walaupun masih dikapling yang sama. tapi dengan cita rasa yang berbeda. tapi tentunya, dengan alamat yang sama, penulis yang sama, internet yang sama, kata-kata yang sama, dengan gaya tulisan yang berbeda.

Kalau mau jujur, sebenarnya saya mau jujur karena keinginan saya saja, toh tidak ada gunanya juga saya bohong. Soalnya saya bohong atau tidak kan kamu tidak tahu? benar apa betul?

Oke, saya jujur larena keinginan saya, bahwa blog ini cita rasa dan gayanya akan saya ubah gara-gara saya membaca sebuah catatan harian sinting. dari seseorang, yang kalo kamu mau tahu, namanya Pidi. Pidi Baiq panjangnya. Itu orang punya otak kayaknya rada miring. Tapi, kalau anak kota mau bicara, GW SUKA GAYA LO! hahahaha

Yah, yah, salut saya sama itu orang. Jadi saya ambillah ide untuk menulis dengan gaya dia punya tulisan. Mau nulis dimana? yah, tiada lain dan tiada bukan tentunya saya akan menulis di blog ini. Sebab hampir tidak mungkin jika aku mau nulis dipelepah pisang, apalagi kalau harus kuukir dibatu.

Sekian