Warung Rocco90’s


Pusssseng!
Juni 30, 2008, 9:44 am
Diarsipkan di bawah: cerita

Wah gag tau kenapa neh… gw rada males mau pegi2 sekarang….

gw lebih seneng stay di Indonesia………

huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Gw gag mau pegiiiiiiiii!!!!



I’m Home Baby!
Juni 29, 2008, 10:07 am
Diarsipkan di bawah: cerita, noles

waakkakakakaka.

Yahm, I’m home naw…

First of all, gw mau ceritain perjalanan waktu pulang…

Dibandara gw sedang duduk tenang didepan periplus, sambil dengerin mp3, sambil baca novel…

hmm, pas gw lagi duduk tenang, tiba2 ada hasrat ingin menengok kebelakang…

xixixi, secara mata gw ada 17… tersebar disegala penjuru…. ^^

Pas gw nengok ada cowo 2, ma cewe 1… lagi jalan… umm, kyknya gw pernah liat ni cowo di suatu tempat…

tik tok tik tok

OH IYA! Gw liat do’i di MTV-Do’i itu yang nyanyi SADIS….

hohoho. Apgan cuy! hohoho. GW kira itu temen gw… soalnya mirip…. huhu. hmm, apa yg saya tangkap dari aura Apgan… hmm, aura bencong cuy…

ahahahhahaha

yah, gag akan gw jelasin pegimana auranya… tapi dari penampakannya.. hmm, ada bibit2 binan tuh orang.

:) )

oke2… kita lanjutkan… lalu terbanglah saya ke jakarta…

Di jakarta, lagi beli kapucino dirotiboy… eh, nampak lagi sesosok aphgan…

eala…. tambah jelas… hohoho.

ups kok jadi ngegossiph!

dah ah, males.

:P

umm, baesikli. gw lagi seneng sekarang! hahahahahahah!

Laifs gos on dude!



Warga Sial, Benar, Salah
Juni 26, 2008, 10:01 pm
Diarsipkan di bawah: cerita, nyindir

Sebuah cerita dan narasi tak berstruktur:

Mahasiswa yang berdemo mulai bertindak anarkis, polisi tidak tinggal diam dan membububarkan secara paksa aksi itu. Keadaanpun jadi tidak terkendali.

Massa (mahasiswa) yang emosi, berusaha merobohkan pagar dan memblokir jalan raya. akibatnya kemacetan panjang terjadi. masa mulai membakar ban bekas, berteriak2 yang memakakkan telinga dan membuat jengkel setiap warga yang mendengarnya. Mahasiswa sudah tidak lagi mendapat simpati dari warga. Selain aksinya yang penuh klise… ujung2nya pasti, ricuh. Terlihat mereka tidak “berpendidikan”.

Polisi yang melakukan tindakan represif, langsung mengejar, untuk membubarkan mahasiswa yang “meringam” tadi. tapi apa yang terjadi, mahasiswa yang sudah tertangkap tidak diamankan ataupun diproses, tapi dihajar dulu beramai-ramai, dipentungi, ditendang, diseret-seret seperti binatang.

Jujur, seumur hidup saya belum pernah liat binatang diseret, ditendang2 dan dipukuli, tapi? lihat manusia?? sering. Ironis.

Setelah itu apa? mahasiswa semua membalas, sweepin terhadap polisi dan semua elemen negara yang dianggap berhubungan. Semua orang kesusahan kena batunya. Polisi gag ada salah, dipukuli.

Bagian yang paling menJIJIKAN, muncullah orang2 sotoy yang OMDO bernama KOMNAS HAM.Ra ono otak! Kasus UNAS-berkoar2 polisi salah mengejar kekampus…. wei! palak utak kau! siapa bilang polisi gag boleh menangkap mahasiswa?? siapa melanggar, ditangkap! dimanapun dia berada… gag ada itu yg namanya PERS dan MAHASISWA dan KAMPUS kebal hukum??!!! hah! taik!

Mereka malahan memperkeruh suasana, sok-sok berada dilapangan, sok tau. masih dalam kasus UNAS, bagaimana dengan hak asasi warga????? UNAS itu bersebrangan dengan pemukiman warga…. apa ada yang mikirin warga???? hei bung! tidur, ketenangan, JALAN UMUM, itu HAK!!! Apa kalian melindungi warga??? enggak toh??? dasar goblok!

Setelah UNAS, ada polisi tua naik motor butut, didorong jatuh dari motor terus ditendang sama mahasiswa. HAK ASASI???????????????????????! BULLSHIT!!! MAKAN TAIK GALO KAMU!

Setelah itu??? kekerasan dimana-mana…. sekarang gimana????

POLISI, APARAT, PUNYA HAK UNTUK MEMUKUL. KARENA PENTUNGAN ADALAH ALAT KERJA MEREKA.

YANG TERJADI, APARAT MEMUKUL DI CECAR OLEH komnas han

MAHASISWA, SENJATANYA PENA DAN TOA. MEMUKUL POLISI?? MELEMPAR BATU?? MEMBAKAR MOBIL?? MELEMPAR BOTOL BELING??

dibela

FUCK OFF!!!

Sekarang warga,,,, mereka ini adalah kaum sial, juga goblok. gag bisa apa-apa karena tidak pernah berpikir mereka bisa. yang terlalu senang duduk dizona nyaman.

Hmmmf, gw bukan ngebela polisi… gag juga menyalahkan mahasiswa. saya akui, ada polisi benar, ada polisi salah. ada juga mahasiswa benar, dan ada juga yang salah.

Tapi…. owh come on… kalian semua itu bener2 buat aku jijik!

semua yang kalian lakukan itu, semuanya hanya menyusahkan kepentingan UMUM. semua yang kalian lakukan, tidak ada lagi yang didasarkan pada kepentingan masyarakat. apa ada yang setelah demo memungut sampah nya?? apa ada demo yang tidak membuat macet?? apa bisa sekali-kali mahasiswa mengaku salah?? apa bisa kalian membiarkan teman kalian yang salah dihukum?? apa bisa, sekali-kali kalian pikirkan orang lain?? bisa? ingat kalian itu pelajar, apapun keadaannya, kewajiban kalian itu BELAJAR. ingat lah orang tua kalian, susah2 cari uang…

Pak polisi?? apa bisa menangkap orang yang bersalah tanpa memukulnya?? apa bisa menjaga asas praduga tak bersalah?? apa bisa membina komunikasi?? ingat kalian itu bukan alat tempur! kalian itu sipil yang dipersenjatai… berusaha sekuat mungkin untuk menggunakan “kesipilan” kalian… baru pakai senjata… jangan terbalik.

Apa yang aku pengen??

Kalian iku yo meneng wae. wes…

hahahhaa

*saya ini warga negara brengsek! Pertanyaan yang sama terlontar dalam benak saya. Hei bung, apa guna kau kaya-raya, tapi sekelilingmu kelaparan?? apa guna mobil mewah, tapi bensin muahal dan jalanan hancur. apa guna banyak uang, yang jualan aja gag ada. apa guna jadi presenter sukses, yang nonton aja gag ada yg sanggup beli tivi. apa guna ?? apa?? apa??? kalau semua orang indonesia cuma duduk diam kayak aku.

cuma bisa ngoceh diblog! tanpa berani unjuk gigi! kalau semua orang cuma bisa jada PENGAMAT.

damn, we all fall. negara ini hancur…

jadi ?



SIAL (pt.3)
Juni 26, 2008, 12:41 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi

Hmm, akhir2 ini kita liat masalah BBM kita, yang buntutnya pnajang naujubille.

ck ck ck

Hipotesis saya mengatakan bahwa semua WARGA dari 6 golongan tadi , IS BULLSHIT…

Hahahha, i’m serious douugh!

Ok let see,

Gag ada hubungannya sama postingan sebelumnya.

APINYA ADALAH :

——

DEMO BBM, POLISI MEMUKUL MAHASISWA, MAHASISWA MEMBAKAR MOBIL DAN FASILITAS UMUM, WARGA BERLINDUNG

——

Demo BBm akhir2 ini semakin liar dan ricuh,.,, semua orang saling salah dan mencari pembelaan dan pembenaran masing2…

Akan kita liat, siapa yang salah disini, dan siapa yang benar… kita liat juga siapa yang SIAL.

Statement 1 :

Polisi memukul mahasiswa~

Polisi apapun alasannya tidak boleh melakukan tindakan brutal seperti itu. melakukan pengeroyokan, pemukulan mahasiswa yang sudah tidak berdaya beramai-ramai. melakukan pengejaran, dan pemukulan membabi buta.

Dalam membubarkan demonstrasi, standart prosedur adalah, membubarkan dengan satu. Polisi bergerak beramai2 membuat pagar betis mendekati kerumunan. dan melakukan pembubaran dengan menjaga jarak.

Bukan dengan mengjaaaaaaaaaaaaaaaaar! dan menghajar! Pada saat ini POLISI SALAH!

Mahasiswa Membakar MOBIL PLAT MERAH, MEMBLOKIR JALAN UTAMA.

Apakah boleh?? jawabannya tentu tidak, sekarang kita lihat. mahasiswa merobohkan pagar, membakar ban bekas. bahkan sekalipun aksi damai, kemacetan yang ditimbulkan berkilo2meter panjangnya… trus2, merusak mobil… membakar mobil polisi, melempari polisi dengan batu. melakukan sweepin terhadap warga, apakah itu benar? saat ini, MAHASISWA SALAH!

Warga menyelamatkan diri!

Heellllo! kalian itu para pengecut! yang hanya mementingkan diri sendiri… tidak mau peduli pada kesusahan negara… tak heran bangsa ini semakin bergerak kearah ekonomi kapitalis. Lah, semua orangnya mendahulukan kepentingan pribadi! satu statement menarik, APA GUNA BENZ SEHARGA $ 90.000 KALAU BENSIN LUAR BIASA MAHAL, DAN SEMUA JALANAN RUSAK?

end of part two



Warga Sial, Benar, Salah (pt.1)
Juni 26, 2008, 12:28 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, cerita, nyindir

Hmmm, sebenarnya tulisan ini ingin saya buat bagi kedalam beberapa bagian, tapi mari kita lihat nanti ya… kalo muud nulis saya sedang sangat baik.

==============================================

Definisi Warga

Warga yang saya bahas disini adalah warga Indonesia. Bukan warga-warga yang lain. tapi warga negara Republik Indonesia.

warga ini terdiri dari berbagai macam golongan, kita bagi menjadi dua pemerintah dan non-pemerintah. Bisa juga kita bagi menjadi, kaya miskin. Bisa juga kita bagi, yang berfikir, dan yang tidak berfikir. Tetapi, daripada meributkan pembagian itu, saya akan mencoba menjabarkan beberapa kelompok warga berikut karakteristiknya pada Anda.

Pada kelompok besar pertama, semua yang tidak berfikir. (berfikir ttg negara dan politik)

1. Warga miskin, jumlah mereka paling banyak di Indonesia Raya yang Gemah Ripah Loh Jinawi ini. Tipikal mereka, malas berpikir. Ah, mikirin negara… yah, malah nyapeki… otaku aja gag mudeng ngomongin apa. Yang penting aku makan.

2. Warga Kaya. Jumlah merka tidak kalah banyaknya di Indonesia. Mulai dari juragan kayu, ikan, udang, petani, pekebun, pedagang, dan sebagainya. Mereka ini golongan yang enggan berpifikir. Yah, berhubung otakku cuma satu. mending mikirin perut aja dah. Mereka cuma nyari aman dan egois mementingkan diri sendiri. Cup! gw gag ganggu lo! Lo jangan ganggu gw!

3. Warga pejabat. Yah lumayan banyak, mereka ini. Mauuu dan pengeeen banget berjuang buat rakyat. tapi otaknya gag nyampe. Karena masalah rakyat terlalu runyam, kalo masalah simpel seperti hitung2 uang… ah, mereka masih bisalah.

4. Warga pembantu negara. Banyak, dan susah. Berdedikasi buat negara. akhir2nya kecewa, soalnya digaji kecil. jadi berbuat semaksimal mungkin biar, kerjaan berkurang… seseran didapat.

5. Warga “pemikir”. Bingung kan? pemikir, tapi gag mikir?? Mereka inilah kaum2 PENGAMAT! Lebih suka menyebut dirinya akademisi. Mereka tidak tahu apa2, pada dasarnya. hanya karena mereka berani ngomong. dan selalu keluar pada saat2 insidentil. OMDO, omong doang. Mereka berpikir, dan mengatakan apa yang mereka pikir mereka tau, untuk memikirkan orang2 yang malas berpikir, dan untuk menyaingi orang2 yang berpikir.

6. Warga invis. This is my life, fuck you. Yah begitulah mereka, gag ada otaknya sama sekali.

Going to, kelompok yang berfikir…………

Golongannya sama, 6 itu…

1. Warga miskin, yang berfikir, berfikir terus tanpa upaya.. jadilah mereka penghayal dan akitifis. yang rajin ikut demo dan teriak2… tapi biasanya pemikirannya bisa pindah2 kurang dari dua jam. Soalnya perut mengendalikan otak.

2. Warga kaya, mereka berfikir dengan segala upaya untuk negara. tapi, ketika duit menipis… owh gosh… gag jadi deh… urung niatan… BATAL

3. Warga pejabat. Kasian mereka, mereka ini pastinya gag punya temen. Musuuuuh dimana2… yah gag bisa… dia benar2 berdiri ditengah lingkaran setan, akhirnya? depresi, darah tinggi, stress, jantungan? MATI.

4. Warga pembantu negara. Sial… orang2 yang memilih membantu negara biasanya “malas” berpikir. Yang terpenting! pikirkan negara! that’s it! **dan diri sendiri juga organisasi kita**

5. Warga “pemikir”, usul2nya berbobot… nggak kayak yang “pemikir” diatas… tapi lagi2… sama saja. OMDO. Kalo disuruh maju? “Ah, enggak saya gak berniat dengan dunia seperti itu. saya lebih senang seperti sekrang saja lah… yg tenang dan sedang2 saja” hah! pengecut!

6. Warga invis. Umm, gw gag pernah ketemu mereka. Invis soalnya.

Baiklah end of part one!

Be ready for the next!