fuff, gosh…
jam 2 malem… bukannya tidur …
ato melakukan aktifitas yang “anak muda”
eh gw malah terdampar didepan laptop, bersama sekantung kacang mayashi, sebotol nu green tea, ama beberapa batang “coco” hohoho.
Yah disaat orang lain terlelap tidur… atau mungkin nge-dugem… ato apalah… gw gag tau…
Malem ini niatnya jam 1 pulang dari FSM, mau langsung tidur… eh, tapi kok pas nyampe kost… semua rasa kantuk buyar! BYAR!
gag tau kenapa tiba-tiba gw semangat bett. penn ngerjain penber….
Gw dah buka MS Word, udah nyiapin amunisi, udah ngontak Oom GooGle berkali-kali…
tapi tetep aja tulisan gag jalan-jalan. mandek… maju dua pragrap… stop. maju dua kalimat? mundur separagrap…
Bujett dah…
Mungkin otak gw emang udah sepatutnya diistirahatkan… tapi kok, do’i gag mau-mau ya disuruh istirahat???
adudududuh.
Ya udah de, gw mau ngumpulin semua inggridiens dan bahan2… di kopi peist semua… trus, buat kisi-kisi…
trus bobo!
Besok pagi, bangun…tinggal melanjutkan menyusun puzzle yang telah lengkap ini!
halah,halah…
eh,eh, ada info!
tapi…. rahasia!
ohok, ohok, gag enak… tapi??????
Diarsipkan di bawah: noles
yeah, I think…
buat bisa nulis emang bener2 butuh muud. Yah, setelah… gw liat tulisan gw akhir2 ini… terkesan seperti buku harian “gadis pirang, berdada besar” (means… icon of the most st*pid living thing) yang kerjanya nangis… mewek…. hoho. Yah isinya sampah2 curhatan gag penting… trus juga kesibukan akhir-akhir ini ngebuat gw jarang blogwalking kemana-mana (menebar benih2 kehidupan) hoho. Yah, berhubung lagi muud….
marieh! warung ku! ayo.ayo… UNDER NEW MANAGEMENT!
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
LELAH BUNG!!!!!!!!!!!
CAPEK GW LARI MULU!
MENGEJAR ANGN TAK PASTI!
HALAH,HALAH
CAPEK! DAH… IT’S ENOUGH!
gw gag akan keluar dari GAmE… gw bakal sudahi permainan ini!
percayalah!
sooner or later… AKAN ADA HASILNYA!
MENANG? ATAU KALAH?
we’ll see… it’s only about time




yuuuk marie!
=====================================(mode ON)
… tak pernah kusangka hujan akan datang secepat ini. Tanpa mendung, tanpa tanda hujan datang menyerbu tak henti-hentinya. Betapa banyak tugas dan ujian yang belum aku tunaikan. Setelah beberapa hari sempat kutinggalkan akhirnya kenyataan datang juga. Sudah cukup aku berlari.
“Hey! kau tugas biadab! eek kau!”, tukas Dargo si penjual minuman pada Sukemi, gadis yang tak sengaja ia temui dipasar pagi.
“Hei Dargo! minum lagi kau rupanya… dasar lelaki tidak berguna”
“ah, sudah lah Mi! jangan banyak kau makan genjer yang buat kau seperti gerwani! nanti tahi kau lengket dan panjang pula!!”
“hei Dargo! Wajarlah Mang Janggut usir kau dari rumah. Belum berubah tabiat burukmu itu”
“aaah, sukemi, sukemi. Masih saja kau itu dungu rupanya… ini gaya hidup Mi! bukan lagi pekerjaan sampah seperti yang kau bayangkan!”
“heh, Dargo! Keringkan dulu mulutmu itu dari alkohol… baru kita bicara lagi…”
“hei jalang! aku ini sadar 100 persen! tak perlu aku kau ceramahi macam itu! macam pintar saja kau ini lama-lama”
“hei Dargo. Cobalah kau beli cermin besar… lihat wajahmu… lebih buruk dari katak!”
“hah…! kau aku dirimu pintar? tidak lebih dari pintar menghina!”
“hahahaha! Dargo, Dargo. Umurmu memang lebih banyak dari punyaku… tapi otakmu? tidak lebih besar dari kelentitku”
“hahaha… Sukemi, Sukemi… bicara tidak perlu otak Suk! yang penting nyali dan hati kau!”
“Dargo, zaman sekarang… walaupun kau punya nyali… tapi tak kau gerakkan gumpalan dikepalamu itu… tak lebih bernilailah kau daripada burung berbangkai?!”
“coba… kalau kau memang pintar..? harusnya kau bisa buat aku diam!”
“haha. Membuat kau diam? Tidak perlulah aku pintar untuk buat kau diam”
Sukemi keluar dari warung dan mengambil sebuah cermin besar dari kamar Datuk Ari.
JEBRAK!
“nah, Dargo. Tataplah sendiri wajahmu…”
Dargo menatap cermin itu dan terdiam…Ia tidak melihat barang satu wujudpun dicermin. Yang ia lihat hanya ruangan warung yang kosong.
“hehehe. Iya ya… kau pintar Sukemi. Mari kita jalan lagi”
“Kan? kemana kita sekarang Dargo?”
“umm, aku mau lihat lagi tempat aku dikuburkan”
Sukemi pun mengantar Dargo menuju kalang timur, ditepi sungai Antasari. Disitulah tempat Dargo dimakamkan, bersebelahan dengan pohon randu tempat ia dulu suka tidur2an bersama Sukemi.
Yah, itulah Dargo. Walaupun sudah mati, ia tetap saja merepotkan kekasihnya itu, dengan sikapnya yang sok tahu dan congkak.
Untunglah Sukemi telah paham watak Dargo sang terkasih. Dargo sering lupa bahwa ia telah MATI.
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Morning dude….
hahaha. Maybe sebagia dari situ udah pade liat propil ane du FS…. Di sono ada shotot yang bertuliskan P A’…. ahahahhaha. Mau tau apa artinyah? hahahah ada ajah!
Ehem,,, hari ini gw gag tau harus sedih ato seneng… bicoz tudei, I will return tu may world… kembali dari perjalanan yang sangat jauh untuk kembali menjalani kehidupan yang kejam dan hedon. ahahahahha
Tapi gw juga seneng, bicoz perjalanan kali ini tidak sia-sia (disia-siakan).,,, trus, sepulangnyah saya kedunia saya kembali berarti, bisa ngenet lagi, bisa kerja lagi, ngegosip ama anak2 toko, bisa makan2 bareng, bisa jalan lagi…. renang lagi, sepedaan lagie! dan yang terpenting! ane bakalan kembali menajamkan niat buat aktip aikido lageee! ahahahahaha! semangath!
umm, trus juga ane mau mulai lagi aktipitas nonton pelem2 bojopis, buiat “sodara nonton” gw dijogja! tunggulah… saya segera pulang dan marih kita tunaikan tugas menonton 21!
hahahha. dah ah … makan dulu… I nid tu kect up maii plen at 9…
(ups, sekarang baru jam 7? hahaha)