Warung Rocco90’s


Cerita Kak Dewi
April 10, 2008, 10:09 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi, noles, nyindir

BUNGKAM! DIAM! pssst!

hahahaha

Kayaknya Indonesa bakalan balik lagi kejaman jahilliyah!

hahahaha

Kebebasan mendapatkan informasi? ups… udah ada bau2 balik kejaman jahilliyah…

Kritik? hah. Menghina negara…

Menghina negara?? Yah gimana yah… udah ah! Ini warung kopi!! gag usah bahas2 politik

Eh,eh Kak Dewi bawa buku baru… ada dongeng apa kak?

Iya kak dewi punya cerita. Mari kita dengarkan Kak Dewi bercerita:

=================================================

Alkisah disebuah kerajaan ditanah nun jauh disana, hiduplah seorang Raja yang tua renta, tetapi baik hati. Sang Raja begitu murah senyum dan peduli pada rakyatnya. Tapi, sayang sang Raja yang peduli pada rakyatnya tidak tau kalo dia punya rakyat. Yang Sang Raja tau, ada rakyat diluar sana tapi, raja tidak pernah bertemu rakyat.

Sang Raja, hanya sering bertanya pada patih-patih dan kepala-kepala dusun, bagaimana keadaan rakyat. Para patih dan kepala dusun hanya bisa menjawab rakyat baik-baik saja. Karena, tidak mau kena hukum sama raja kalau tau rakyatnya susah.

Yah, begitulah kelakuan para patih dan kepala dusun.

Para patih, hanya bisa mengeluarkan cambuk dan pedang tumpul untuk menghukum rakyat yang memang sudah menderita. Para patih menyalahkan rakyat yang malas, dalam pembangunan puri… sehingga puri keagungan kerajaan tidak selesai-selesai. Bahkan pondasi puri pun terlihat asal-asalan. Padahal rakyat bukan malas, hanya tidak punya tenaga karena makanannya pada nyangkut ditangan mandor dan pamong. Para patih, dengan lagak sotoy (sok tau) seolah-olah dia yang ikut berdiri dilokasi pembangungan, seenaknya melempar pecut dan cambuk kepada rakyat yang bodoh dan dungu.

Para patih ini bisanya hanya mengeluarkan peraturan asal-asalan, supaya kelihatan “kerja” sama Raja. Biar keliatan ada “gregetnya”….

Nah ini cerita para kepala dusun, manakala Raja mengadakan acara makan-makan sebelum pesta berburu. Raja menceritakan sebuah kitab kuno, dengan maksud menambah kearifan para kepala dusun. Eh ternyata ada satu kepala dusun yang tidak menyimak pembacaan kitab. Sang raja murka! apa daya, raja hanyalah tua renta. Bahkan teriakan raja pun, tertelan oleh tawa para patih yang terbahak-bahak, melihat kepala dusun yang tidur. Sering sekali kejadian sang raja murka gara-gara ditinggal TIDUR.

nah ini dia, wong dalem yang paling menjijikkan. Mereka adalah kaum penyihir. Para penyihir ini, senang sekali menghabiskan harta kerajaan, dengan alasan-alasan aneh. Yah mungkin karena pekerjaan mereka juga gaib. Bayangkan mereka pernah, meminta KACA AJAIB, SEBUAH KACA LAYAR DATAR YANG HARGANYA RATUSAN KEPING EMAS, mereka meminta kaca ajaib itu untuk melihat jadwal pertemuan dan rapat. Karena para penyihir ini begitu bodoh sampai-sampai tidak mampu mengingat jadwal mereka sendiri. Akhirnya puri pada penyihir dipenuhi puluhan KACA AJAIB LAYAR DATAR, yang menampilkan jadwal supaya para penyihir tidak terlambat lagi.

hahaha! penyihir memang tidak terlambat. Setelah masuk keruang rapat, mereka langsung mendengkur… dan mencari wangsit. tapi, entah mengapa Sang Raja begitu takut pada para penyihir… mungkin Sang Raja takut mantera pelanggeng kekuasaannya luntur. hoho.

Baru-baru ini ada pengamen sinting yang jalan-jalan kekota. Keibukota kerajaan. Menyanyilah para gelandangan sinting berambut gimbal dan keriting:

“aduduh, e aduh… para penyihir-penyihir kodok! Kalian itu penyikir kodok.

Bisanya makan, sama cari wangsit doang (tidur)…. penyihir-penyihi… la la la la”

ow, ow, ow sayangnya peyihir kira sangat jeli dan perhatian!

Mereka hanya sangat perhatian pada saat NAMA MEREKA DISEBUT, HARTA MEREKA DIUSIK, PERUT MEREKA DIGANGGU.

hahahahaha. Selain itu? KODOK TULI!

Yah, nahas nasib para gelandangan itu. Merekapun langsung dilaporkan penyihir pada pamong. Para pamong yang sebenarnya juga jijik pada penyihir, bingung harus berbuat apa. Karena pamong jijik pada semua orang. Pamong hanya mencintai kaumnya sendiri. Soale pamong iku yo pamong….

Kerajaan itu pun…

===================================

Kak Dewi tidak mampu membaca lagi. Kayaknya ceritanya aneh. Mungkin Kak Dewi salah mengambil buku.

Ketika Kak Dewi melihat sampul buku itu, ternyata dia memang salah. Buku itu berjudul…

“Kerajaan Zamrud Khatulistiwa”

Yah.. bisa2 warung kopi saya ini digusur….

udah dah. Mbak dewi gag boleh dongeng disini dulu… disini lagi musim razia trantib…



Keyakinan -lanjutan bagian 2-
April 10, 2008, 4:12 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi, cerita, noles

SESAT DAN TIDAK SESAT

Siapakah yang berhak menentukan sesat dan tidak sesat? Islam dianggap sesat dan ditentang pada awal perkembangannya. Begitu juga dengan agama-agama lain. (terkecuali, Hindu yang menjadi “agama” tertua akan tetapi tetap mendapat kritik dari agama setelahnya Budha. Yah berhubung ini masalah sejarah dan saya tidak terlalu paham… maka saya anggap ini hanya intermezo)

Kembali kepertanyaan, SIAPAKAH YANG BERHAK SESAT? (dalam konteks agama *bukan pengembangan agama)

Jika kita belajar dari sejarah dan masa lalu kita tidak dapat mengatakan suatu “agama baru” itu sesat…

Sekarang semua orang dapat menuhankan siapa saja… Artis? Selebriti? Materi? Tokoh Adat? Ayahnya? Ibunya?

atau memilih sendiri Tokoh2 Masa Lalu, menuhankan Hittler? yah, terserah.

Toh waktu yang akan mengujinya.

BAB II – PENGEMBANGAN AGAMA

Di Indonesia pengembangan agama sering dilihat sebagai bentuk “penistaan” agama. Agama diIndonesia tidak boleh “dikembangkan” karena ada HUKUM YANG DISEBUT PASAL PENISTAAN AGAMA. Hukuman terhadap “penista” tidak main2… penjara!

NEGARA VS AGAMA

Manakala negara ikut campur dalam urusan agama. Saya selalu melihatnya sebagai bentuk “ketimpangan”…

AGAMA HARUS IKUT CAMPUR DINEGARA, tapi NEGARA TIDAK PERLU IKUT CAMPUR DI AGAMA.

nah lo? (hahahhaa, itu murni pemikiran gw…)

Ketika negara menyatakan sesuatu salah, dari kacamata hukum yang notabene dibuat oleh MANUSIA yang penuh kesilapan dan kealpaan. Sudah pasti akan banyak sekali pihak yang dirugikan. Hukum (negara) itu bersifat kaku. Sementara, pikiran dan ide-ide bersifat lentur. Mengikat bola bekel dengan rantai? Hasilnya nihil…

Ikatlah bola bekel dengan benang, pasti bisa. Bola tetap memantul, tapi gag kemana-mana.

Pemikiran itu seperti bola bekel, hukum itu seperti rantai yang kaku dan keras, agama itu seperti benang yang mengikat dengan kelembutan. Benang bersifat fleksibel, kadang bisa bikin geli2 kadang bisa ngiket, bahkan terkadang dapat pula digunakan MEMOTONG.

Hukum vs Agama?

Entah mengapa, saya menganggap. Tidak klop, kalau hukum harus ikut campur di urusan agama. Biarlah agama mengurusnya dengan caranya sendiri. Kalau memang suatu ajaran itu benar datangnya dari Tuhan. Maka biarkanlah Ia yang menjaganya. Hukum (negara) memiliki aturan main yang berbeda dengan agama. Saya menganggap, Pasal Penistaan Agama harus segera ditinjau ulang. Itu merupakan Pasal Karet (Tempo,2007). Pasal yang bisa digunakan suka-suka sesuai siapa yang mau menggunakannya…

PENGEMBANGAN AGAMA=SESAT, TIDAK SESAT=TIDAK BERKEMBANG ?

Akhir-akhir ini sering kita lihat, sebuah agama mayoritas di Indonesia banyak diselipi dan ditumbuhi jamur2 “inovasi”. Banyak “aliran-aliran” bermunculan dan setiap kemunculannya pasti menyedot perhatian. Anggota-anggotanya pun banyak sekali, dan kebanyakan dari kaum muda. Yang biasanya menyukai hal-hal baru, senang tampil berbeda, menyukai kritik, terkadang suka “kiri” supaya terlihat ekstrim dan gagah

(*termasuk saya. hehehe)

Orang-orang yang mengembangkan agama, menganggap agama lama mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sebagian lain, menganggap agamanya perlu angin segar. Perlu sedikit perubahan. dan yah, naasnya beberapa orang yang menganggap dirinya yg dapat melakukan itu… harus berakhir diPENJARA.

Apakah agama tidak boleh berkembang?

(ditinjau dari segi logis dan nalar)

Menurut saya BOLEH. hoho. Sebab semua agama (yang “dibawa”) yang bertahan sampai sekarang disadari atau tidak merupakan pengembangan dan hasil kritisi terhadap agama-agama sebelumnya.

(ditinjau dari segi agama)

Boleh, agama yang saya anut menyukai inovasi berdasar logika dan akal. bahkan seorang Guru mengatakan, “Islam itu agama berfikir, Islam itu mudah. Asal jangan dipermudah”-end-

Pendapat saya: memang benar agama saya itu merupakan agama logika dan nalar. Junjungan Pembawa Pesan, adalah seorang yang umi, tidak bisa membaca dan menulis. Tapi, Beliau menggunakan akalnya dan fikirnya dalam setiap tindakan.

Nah, jika sekarang kita hanya bisa, membaca dan menulis (menyalin) dari kitab2 kuno… tanpa menyertakan akal dan fikir untuk menemukan inovasi. Ummm, siapa kita?

BEGIMANE KITE MENYIKAPI PERKEMBANGAN INI?

nah, ini lah poin dari seluruh uraian tak berdasar saya diatas.

Berkembangnya? lakukanlah inovasi sesuka hati tanpa melupakan dasar-dasarnya.

Jika anda mengembangkan sesuatu yang anda anggap baru, jangan bawa-bawa yang lama. Karena, akan menyakiti penganut yang lama.

Untuk penganut yang lama, jangan gunakan tindakan-tindakan anarkis. Bila anda yakin agama anada yang benar, anda harus yakin Pemilik agama itulah yang dapat menjaganya. Sementara kita, kita jaga apa yang dititipkan pada kita. anak-anak kita, keluarga dan sebagainya dari “apa yg jelek menurut kita”.

PAGAR-PAGAR DAN TEMBOK

Pertanyaan timbul, gimana melindungi anak-anak dan keluarga kita?

Bakar saja rumah ibadah mereka! bunuh saja pemimpinnya!

Bukan itu salah.

Ada dua pagar yang dapat digunakan untuk meredam bola bekel yang terus memantul tanpa henti.

Pertama, kita harus mengikatnya dengan benang yang baik dan berkualitas. Sehingga tidak mudah putus. Para pemuka agama hendaknya berperan aktif. Lembaga keagamaan tertinggi jangan menjadi “kodok tuli” hanya menatap kedepan tanpa mempedulikan sekitar. Harus nungg teratainya diusik baru bergerak. Para pemuka agama hendaknya, dapat menyatukan suara. Yaitu SUARA MENG-ESA-KAN TUHAN. Janganlah bertengkar sendiri. Sibuk mengatakan “saya” yang benar,… mereka yang salah.

Lembaga tertinggi (pemimpin) agama harus dekat dengan umatnya. Ketika mengatakan suatu “perkembangan agama salah” mereka harus memagarinya… melingkarinya dengan benang dan mengeratkan ikatannya. Bila bola itu tidak mau diam, tarik lah benang itu sekuat mungkin… hingga bola itu terbelah dua dan berhenti memantul. Agama-harus satu, dan memiliki pemimpin. Itulah SOLUSInya.

HUKUM? MAU DIMANA?

Rantai kapal yang kuat dan kaku hendaknya menjadi pagar umum. Ketika pemikiran pan pengembangan telah mengarah pada tindakan kriminal seperti, pemaksaan, penculikan, pemerasan, intimidasi dan penekanan, tipu daya, hipnotis dan sebagainya. Dan mengganggu ketentraman “umum”, Hukum dapat bersikap menimpakan rantai berat itu pada bola bekel. Sehingga berhenti memantul dan hilang, lenyap dari pandangan. Tapi hal itu tentu akan membuat hal-hal ini terjadi:

  1. Bila hantaman meleset, bola akan memantul lebih dahsyat. Pemikiran dan tekanan membuat orang berpikir makin radikal
  2. Bila tepat, bola bekel akan hilang dalam sekejap. tapi tetap ada. Pemikiran itu boleh hilang, tapi masalah akan memendam.
  3. Bila rantai itu terus menutup bola bekel itu, bola bekel itu akan TERLUPA DAN HILANG.

Mohon maaf, tapi hanya itu yang bisa dilakukan hukum. Hukum tidak akan bisa mematikan bola bekel.

HUKUM TIDAK AKAN PERNAH BISA DIGUNAKAN UNTUK MENGADILI DAN MENGHAKIMI KEYAKINAN

Akhir kata, digunakan rantai atau benang. Bola bekel itu akan tetap ada. apapun yang kita gunakan, api, kayu, batu, rantai, besi, bahkan panah. Pemikiran akan terus ada dan selalu menghantui manusia. Aliran sesat dan semacamnya telah ada sejak lama, si Indonesia. Sejak Syekh Siti Jenar, yang dinyatakan sesat oleh Walisongo. Sampai yang paling santer “Rasull dari Betawi” Ahmad Musaddeq. Bola bekel akan terus memantul dan memantul. Hati-hati lah terhadapnya, suatu saat ia akan memantul dan datang kepangkuan anda.

Hanya IMAN yang dapat melindungi Kita. Perbaharuilah IMAN ANDA SETIAP HARI.

Dengan voucher refill, dua kalimat syahadat. Juga La Illaha Illallah yg kekuatannya tetap sama sampai kelangit, sekalipun diucapkan oleh pendusta dan orang munafik selama ia ‘pernah’ mengucap syahadat. itulah keutamaan yang dimiliki kita MUSLIM.



Keyakinan -Sebuah tinjauan terhadap aliran sesat-
April 10, 2008, 2:59 pm
Diarsipkan di bawah: Bobotan, FiKsi, cerita, nyindir

Saya berencana untuk menulis tentang ini dalam beberapa bagian… Semoga ini bisa menjadi bagian pertama dan saya masih bisa mempertahankan konsistensi untuk terus melanjutkan pembahasan ini sampai tuntas.

Kenapa saya tergerak untuk menulis tentang ini?

Sebenarnya rasa prihatin dan cemas terhadap banyaknya aliran sesat di Indonesia yang mengulik benak saya…

“hei, mereka yang berteriak sesat. Apakah kalian berkaca? Kalian ini juga sesat”

Saya merasa, ada yang salah dengan Indonesia. Disaat yang sama, kita dapat berteriak pada orang yang:

  1. Hanya solat malam saja (AlQiyadah)
  2. Pada orang yang sholat dua bahasa
  3. Pada orang yang meyakini Jibril dan Isa baru (Lia Eden)
  4. Pada orang yang “berbeda”
  5. Pada orang bercalana cingkrang
  6. Pada wanita bercadar
  7. Pada orang2 yang sering ngumpul “pengajian”
  8. Memiliki komunitas “keagamaan” sendiri
  9. pada orang yang menyukai privasi dan kesendirian

Disaat yang sama kita memilih DIAM atau bahkan MEMBENARKAN orang-orang yang:

  1. Menghabiskan malamnya di nightclub
  2. Tidak pernah sholat
  3. sholat sekali-kali asal sempat
  4. Pada orang yang Tidak Mengakui TUHAN
  5. Pada orang yang tidak bercelana (free sex, kumpul kebo dan sebagainya)
  6. Pada wanita-wanita telanjang
  7. Memiliki komunitas gossip, arisan, “pengajian” (pamer Busana Muslim baru, dan Perhiasan)

Kita tutup mata dan menganggap “Ah, itu sudah biasa”.

Sedih dan miris melihat hal itu…. ada beberapa pertanyaan yang sulit terjawab. saya berharap dapat terjawab seiring tulisan ini mengalir…

APAKAH ITU KEYAKINAN?

Keyakinan atau iman ? Bisakah diadili ? Dapatkah kita mengatakan dan membakukan BAHWA AGAMA HANYA ADA LIMA!

Ini yang menurut saya membuat kehidupan beragama di Indonesia CACAT!

Keyakinan seseorang tidak dapat diadili, dan ditentukan benar salah. Yang menurut saya benar, menurut penganut lain salah. Oke, nanti akan kita masuk lebih dalam

PERTANYAAN PERTAMA : LIMA AGAMA (ANEH??)

Indonesia mengakui LIMA AGAMA benar. Nah, disini letak keanehan menurut saya, Andaikata kita mengakui SATU agama… maka, yah wajar saja. Karena kita mengakui SATU.

Kalau menurut saya kita mengakui LIMA AGAMA – MAYORITAS. Karena, ada lima agama mayoritas, maka kita akui. Tapi, kita tidak boleh menutup mata dan menganggap MINORITAS ITU TIDAK ADA.

Dalam hal ini saya belum akan menyentuh ttg pengembangan agama (aliran sesat) tapi akan membahas agama-agama minoritas. Seperti penganut animisme, penganut agama-agama tradisional di JawaBarat, dan sebagainya. Diskriminasi dan hinaan pada mereka terus dilakukan. Dalam membuta KTPpun sulit…

Yah, sekarang gini. Misalkan kita ikut membenarkan AGAMA ITU HANYA ADA LIMA. Pertanyaannya…

Kita ini siapa? NABI? TUHAN?

HUKUM LAH yang membuat Indonesia memiliki LIMA agama… nah, siapakah HUKUM??

Apakah hukum memiliki pikiran sendiri? Apakah hukum merupakan suatu NILAI BENAR?

SEJATIKAH HUKUM??? Bentuknya saja nggak ada, gimana mau nyata… Hukum itu buatan MANUSIA. Dan dengan kita membatasi AGAMA HANYA LIMA, berarti manusia telah berani membatasi kekuasaan “tuhan”.

PERTANYAAN KEDUA : HARUSKAH AGAMA DIBATASI DAN DIBUAT HUKUM YANG AJEG?

Yah, gimana ya… Agama memiliki peraturan dan hukumnya sendiri. Untuk melakukan DAULAT kedalam…

Agama yang “benar” menurut saya… akan memiliki sebuah sistem dan cara yang teruji oleh waktu sehingga agama itu dapat bertahan hingga ribuan tahun dan menyebar keseluruh penjuru dunia dan memiliki jutaan penganut.

Bisakah kita membatasi,  bahwa “sekarang” adalah akhir waktu??? Bagaimana jika pemimpin PENYEMBAH BERHALA pada masa Arab dulu mengatakan STOP INILAH AGAMA KITA,SEGINI DAN GAG BOLEH NAMBAH.

Alhasil, Islam dicerca dan dihina. Perkembangannya ditelikung sana-sini. Begitu juga dengan Pembawanya, Rasul.saw/

Budha? Juga sama, mengalami banyak tekanan. Hinaan, hadangan dan sebagainya.

Apakah sudah menjadi hukum alam, setiap agama baru harus “diuji” dengan cacian bahkan taruhan nyawa?

-end of part 1-



Busuk!
April 10, 2008, 9:44 am
Diarsipkan di bawah: cerita, noles

Arrrrrrgh!

gw udah punya banyak ide dan kata-kata yang udah siap mau tak tuangke diblog ini….

ckckckckck

tapi, nunggu wordpress loading lelet bett!

padahal biasanya wuzz,wuzz,,, gag tau neh, kenapa kok jadi lambretta…

***

tapi posting ini, gw tulis dua kali..karena yang pertama, tadi eror…jadi die masuk drap…

pas mau gw post, ternyata wordpress udah cepet lageee…eh,,,, berubah dah endingnyah!
wakakakkakakaka

***

Mau mandi, makan nasi opor, makan lotek kupat, ngeblog lagie, ngejari tugas berita. Tidur!!!

Menghayal Metode Penelitian dulu…. tidur!!!!!

oh iye, daku mau jalan2 nyari boneka lebah ama bebek… kira2 dimana ya nyarinya?

hohohoho ^.^